News

Kajian Siroh Sahabat : Akhir Kisah yang Indah ; Belajar dari Para Sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam

*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H*

🎯 *Kajian Siroh Sahabat : Akhir Kisah yang Indah ; Belajar dari Para Sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Sabiq Muslim, Lc., MPd.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H*

🎯 *Kajian Aqidah & Manhaj Islam : Nazar dalam Timbangan Tauhid ; Antara Ibadah & Syirik*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Ahmad Taqiyuddin, Lc.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Siroh Sahabat : Akhir Kisah yang Indah ; Belajar dari Para Sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam

🎙️ *Pembicara : Ustadz Sabiq Muslim, Lc., MPd.

Kajian sebelumnya, klik link berikut :

Kajian Siroh Sahabat : Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu

Para sahabat adalah mereka yang mendampingi Baginda nabi Muhammad Saw. Mereka murid terbaik yang mendapat ilmu Langsung dari nabi Saw. Maka kita wajib meneladani akhlak para sahabat tersebut.

1. Kisah yang terjadi di kota Mekah. Menggambarkan akhir kehidupan yang buruk.

2. Kisah yang terjadi di kota madinah. Menggambarkan akhir kehidupan yang baik.

Kisah di Mekah dan madinah ini erat kaitannya, dicantumkan di sahih Bukhori dan muslim.

1. Kisah yang terjadi di kota Mekah

Betapa mengerikannya akhir kehidupan manusia dimasa nabi, karena tidak ada jaminan selamat di akhir hidupnya.

Nabi dilahirkan dalam keadaan yatim. Diasuh ibu susu. Di usia 6 tahun menjadi yatim piatu. Sepeninggal ibu amonah diasuh kakeknya. Usia 8 tahun kakeknya abdulmutholib wafat dilanjutkan pengasuhannya oleh abu Tholib. 

Di sinilah kisah tragis terjadi. Di detik-detik terakhir kehidupan pamannya rosul membisikkan di telinganya “wahai paman ucapkanlah lailaha illallah.” Pamannya hampir saja mengucapkan kalimat itu, tetapi ada 2 setan mendampingi, yaitu  Abu Jahal dan abdulah bin Abi umayah. Mereka membisikan “wahai abu Tholib sejak kapan kamu akan membenci agama bapakmu Abdul mutholib?”

Abu Tholib tidak mengucapkan lailaha illallah ia mati dalam keadaan mempertahankan agama bapaknya, agama nenek moyangnya. Nabi menangis, sedih atas peristiwa tsb. Wahai paman, saya akan terus memintakan ampun kepada Allah selama aku tidak dilarang. Maka turunlah ayat QS at-taubah 113 yang melarang umat muslim memohonkan ampun bagi orang musyrik. QS Al qosos 36. 

QS: 9 h.205
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
maa kaana lin~nabiyyi walladżiina aamanuuuuu ay yastaghfiruu lil-mušyrikiina walau kaanuuuuu ulii qurbaa mim~ ba′di maa tabayyana laHum an~naHum aṣh-ḥaabul-jaḥiiiim
Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.

QS: 28 h.390
فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مُّوْسٰى بِاٰيٰتِنَا بَيِّنٰتٍ قَالُوْا مَا هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّفْتَرًى ۙ وَّمَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِيْٓ اٰبَاۤىِٕنَا الْاَوَّلِيْنَ
fa lam~maa jaaaaa-aHum~ muusaa bi`aayaatinaa bayyinaatinḡ~ qooluu maa Haadżaaaaa illaa siḥrum~ muftarow wa maa sami′naa biHaadżaa fiiiii aabaaaaa-inal-awwaliiiin
Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata, “Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar (yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu.”

Pamannya Abbas bertanya apakah engkau bisa meminta meringankan siksaan untuk abu Tholib? Tentu wahai paman, saat ini paman di permukaan neraka padahal seharusnya beliau di dasar kerak neraka. 

Suatu ketika para sahabat mendengar dentuman, mereka bertanya kepada nabi suara apakah itu? Nabi menjawab itu suara batu yang di lemparkan ke dalam neraka beberapa puluh tahun yang lalu. Betapa dalamnya neraka sampai batu yang dilemparkan perlu puluhan tahun untuk sampai ke dalamnya.

Siksa neraka yang paling ringan adalah untuk abu Tholib api menjilat telapak kakinya tapi kepalanya sampai mendidih. 

2. Kisah yang terjadi di kota madinah.

Di Madinah rosul memiliki pembantu seorang yahudi. Ia melihat akhlak nabi. Namun belum mendapat hidayah.

Suatu ketika pemuda yahudi tsb sakit maka nabi menjenguknya. Saat sakaratul maut nabi membisikan kalimat tauhid di telinganya. Karena selama ini ia melihat nabi orang yang baik, orang jujur, amanah, disampingnya ada ayahnya yang masih musyrik, dan berkata wahai anaku patuhilah Abi Qosim, nabi Muhammad, ayahnya mendengar bahwa nabi Saw adalah orang yang baik, maka anaknya tanpa ragu saat itu juga bersyahadat. Ia mati Husnul khotimah, wafat dalam keadaan yang mulia, sebuah akhir kehidupan yang indah. 

Ikrimah yang sejak kecil hidup di zaman nabi.

Ikrimah bin abu Jahal, sejak kecil didoktrin untuk membenci nabi. Ikut perang badar dan ayahnya mati di badar. Dendamnya makin tinggi.

Saat di Uhud di awal perang kaum muslim menang tapi akhirnya karena kehebatan Khalid bin Walid akhirnya kaum musyrikin menang. Dan ia sangat senang bisa membalaskan dendam di Uhud.

Tapi akhir hidupnya Husnul khotimah. Ia menyatakan keislamannya di hadapan nabi Saw. Istrinya masuk Islam lebih dulu.

Pertanyaan : Bolehkan seorang muslim mendoakan ortu yang non muslim dalam keadaan koma? Memintakan ampun.
Kalau ortunya bersedia masuk Islam bisakah bersyahadat hanya dihadapan putranya tidak melakukan ritual tersebut di masjid?
@ Bolehkan seorang muslim mendoakan ortu yang non muslim dalam keadaan koma?
Seorang anak tentu menginginkan ortunya masuk Islam. Anak Harus mendoakannya selama ortunya masih hidup, itu adalah kesempatan yang bagus untuk berbakti kepada ortunya. Ya Allah berilah hidayah, curahkanlah faham kepadanya. Semoga dengan doa tersebut ortu meninggal dalam keadaan Husnul khotimah.
@Kalau ortunya bersedia masuk Islam bisakah bersyahadat hanya dihadapan putranya tidak melakukan ritual tersebut di masjid?
Kalau dalam kondisi darurat bersyahadat tidak harus di masjid. Tetapi dalam keadaan tidak ada halangan diusahakan di masjid.

Link Kajian hari ini di youtube, klik link berikut : 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *