*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 9 Mei 2026 / 21 Dzulqa’dah 1447 H*
🎯 *Kajian Siroh Sahabat : Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Abdul Haris, Lc., MPd.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 10 Mei 2026 / 22 Dzulqa’dah 1447 H*
🎯 *Kajian Aqidah & Manhaj Islam : Tauhid di Ujung Lidah ; Adab Bersumpah dalam Islam*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Ahmad Taqiyuddin, Lc.*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
[email protected]
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Kajian Siroh Sahabat : Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Abdul Haris, Lc., MPd.*
Link kajian sebelumnya :
Kajian Siroh Sahabat : Meneladani Miqdad bin Amir RadhiyaLlahu ‘Anhu
Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu termasuk asabikunal awalun. Termasuk yang memiliki kabar gembira akan masuk surga.
Suatu saat pernah tergelincir, akan membocorkan rahasia rosulullah saw. Tapi Allah menolongnya.
Yaayuhaladzinaintansurullaha … Kalau kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita.
Rosul menulis banyak surat kepada para pemimpin. Diantaranya mukaukis raja Mesir. Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu yang diutus ke Mesir. Rosul mendoakan beliau, semoga engkau diberkahi Allah.
Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu termasuk ahli badar. Para pelaku perang badar mendapat perlakuan yang istimewa dari Allah.
Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu. Orang Mekah. Temannya zubair bin awwam, termasuk asabikunal awalun juga (menantu abu bakar).
Hijrah ke madinah, hartanya ditinggalkan. Hijrah bersama pembantunya. Sampai di madinah rosulullah memparsaudarakan dengan uaib bin Saidah Al anshori (?) (Persaudaraan dunia sampai akhirat).
Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu adalah saudagar, penulis, penunggang kuda, pemanah.
Salah satu pemanah adalah Sa’ad bin Abi waqosh. Kalau memanah tepat sasaran, kalau berdoa dikabulkan Allah.
Mikdar ahli menombak.
Zaid bin haritsah ahli memanah.
Perang pertama di Madinah, yaitu perang badar.
Posisi saat perang badar dan Uhud Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu* berada di dekat rosulullah saw.
Pembantu hatib, Sahid di perang Uhud.
Di perang Uhud, Rosul dikeroyok oleh pasukan khalid bin walid (sebelum masuk Islam) yang memutari jabal rumat/tempat para pemanah yang turun karena tertarik harta ghonimah, yang membentengi rosulullah (sekitar 9 orang) termasuk Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu. Utbah bin Abi waqosh berhasil mematahkan gigi rosulullah, lalu dikejar dan dibunuh oleh Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau menyerahkan pedangnya utbah dan rosul berdoa : Allah meridhoi mu Allah meridhoi mu.
Sekitar 70 sahabat gugur di perang Uhud.
Saat terjadi perdamaian/gencatan senjata/perjanjian hudaibiah, rosulullah menulis surat kepada para pemimpin jazirah arab untuk berdakwah. Termasuk ke Mesir, raja mukoikis, yang diutus adalah Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu.
Mukoikis menghormati rosulullah, memberi hadiah 2 orang budak, keledai untuk kendaraan, dan pakaian.
Quraisy melanggar perjanjian hudaibiah, Rosulullah akan ke Mekah, Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu menulis surat untuk saudara2 nya di Mekah, artinya ia membocorkan rahasia,(karena khawatir dengan saudara2 nya di Mekah yang belum masuk Islam) sampai Umar bin Khatab akan memenggal kepalanya.
QS Al mumtahanah
QS: 60 : 1 h.549
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّ ۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْ ۗ اِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَاَنَا۠ اَعْلَمُ بِمَآ اَخْفَيْتُمْ وَمَآ اَعْلَنْتُمْ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
yaaaaa ayyuHalladżiina aamanuu laa tattakḣidżuu ′aduwwii wa ′aduwwakum auliyaaaaa-a tulquuna ilaiHim~ bil-mawaddati wa qod kafaruu bimaa jaaaaa-akum~ minal-ḥaqq•‚ yukḣrijuunar-rosuula wa iyyaakum an^ tu`minuu billaaHi robbikum‚ inḡ~ kun^tum kḣoroj•tum jiHaadan^ fii sabiilii wab•tighooooo-a marḍhootii tusirruuna ilaiHim~ bil-mawaddati wa ana a′lamu bimaaaaa akḣfaitum wa maaaaa a′lan^tum‚ wa may yaf′al-Hu minḡ~kum fa qod ḍholla sawaaaaa-as-sabiiiil
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia/pemimpin sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
QS: 60 : 2 h.549
اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَكُمْ اَعْدَاۤءً وَّيَبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوْۤءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ ۗ
iy yatṡqofuukum yakuunuu lakum a′daaaaa-aw wa yab•suṭhuuuuu ilaikum aidiyaHum wa alsinataHum~ bis-suuuuu-i wa wadduu lau takfuruuuun
Jika mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.
QS: 60 : 3 h.549
لَنْ تَنْفَعَكُمْ اَرْحَامُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ ۛ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۛ يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
lan^ tan^fa′akum ar-ḥaamukum wa laaaaa aulaadukum‚ yaumal-qiyaamati yafṣhilu bainakum‚ wallooHu bimaa ta′maluuna baṣhiiiir
Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Asbabun Nuzul Ayat ini terkait dengan Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu.
Suratnya disimpan di sanggul perempuan. Diserahkan kepada rosulullah. Umar marah akan memenggal Hathib bin Abi Balta’ah Radhiyallahu ‘Anhu. Tapi rosul memaafkan, dan disuruh menjauh dari rosulullah, sampai wafatnya.
MATERI PPT :
Link YouTube kajian hari ini :


















