*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*β¨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
ποΈ *Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H*
π― *Kajian Fiqih Ibadah : Tajhizul Janazah (Kitab Fathul Muin)*
ποΈ *Pembicara : Ustadz Mahfudz Rudiyat Abdurrahman, SPdI.*
======= =======
ποΈ *Ahad, 5 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H*
π― *Kajian Tafsir Hadits : Membangun Optimisme*
ποΈ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA.*
=======
π *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
π *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
π± *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
[email protected]
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Kajian Tafsir Hadits : Membangun Optimisme
ποΈ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA.*
Link Kajian sebelumnya :Β
HR Bukhori dari Anas bin Malik, rosul bersabda ; tidak ada penyakit yang menular begitu saja dengan sendirinya, tiada sesuatu yang membawa sial dengan sendirinya (ada Allah SWT yang mengaturnya) yang mengagumi ku adalah rasa optimis.
Rosul berharap kita adar senantiasa membangun optimisme. Dari optimisme timbul rasa husnudzon kepada Allah SWT.Β
Ada data di negeri kita,angka bunuh diri lebih dari 1000 kasus setiap tahun. Terjadi 100 setiap bulan. Bahkan Oktober 2025 terjadi 124 kasus bunuh diri.
Dikira dengan mati selesai semua urusan, padahal dengan kematian urusan belum selesai. Korban bunuh diri mayoritas usia produktif, 15-20tahun,kebanyakan penyebabnya faktor ekonomi.
Tidak boleh ada dalam kamus orang beriman pesimisme, yang ada optimisme.
HR Bukhori muslim,nabi menegaskan melalui firman Allah, hadits qudsi ; aku tergantung perasaan Hambaku terhadapku, dan aku selalu bersama Hambabaku jika ia mengingatku.
Har Ahmad : aku tergantung perasaan Hambaku, jika Hambaku berprasangka baik terhadapku maka ia akan baik, jika ia berprasangka buruk maka ia akan buruk.
Jika Allah mengujinya dengan yang menyenangkan, lalu disikapi dengan syukur maka itu menjadi baik baginya.
Jika Allah mengujinya dengan yang tidak menyenangkan, lalu disikapi dengan sabar maka itu menjadi baik baginya.
Kisah nabi Musa banyak mengajarkan optimisme. Seakan akan Alquran diturunkan kepada nabi Musa. Mulai dari lahir, saat Fir’aun berkuasa. Kebijakan Fir’aun karena bisikan bahwa akan ada yang menggeser kekuasaannya, maka ia membuat aturan bayi laki laki harus dibunuh.Β
Lalu Allah mewahyukannkepada ibunya nabi Musa agar menyusui bayinya, laku jika engkau takut lemparkan ke dalam sumur, jangan takut dan sedih, nanti bayi ini akan dikembalikan kepadamu dan akan menjadi orang yang besar.
Jangan takut dan jangan sedih,Β ini membangun rasa optimisme.
Akhirnya Musa dianggap mengancam Fir’aun sehingga dikejar untuk dibunuh. Dikejar sampai ke laut merah, pengikut nabi Musa berkata, pasti kami akan disusul / pasti kami akan binasa, tamat sudah, (ini gambaran umat Islam saat ini) lalu nabi Musa berkata, sekali kali kita tidak akan binasa karena kita bersama Allah, pasti akan menunjukan jalan keselamatan, Allah tidak akan membiarkan kita, (Musa menumbuhkan optimisme dan semangat, keyakinan dan harapan kepada Allah) maka Allah mewahyukan kepada nabi Musa untuk memukul tongkatnya ke laut. (Tongkat nabi Musa : untuk menopang tubuh tuanya, untuk menggembala kambing). Lalu dipukulkan ke laut dan laut terbelah, membelah sampai 12 lajur,air seperti gunung, dibawah menjadi jalan, nabi Musa dan kaumnya mampu melewati dengan selamat sedangkan Fir’aun dan tentaranya tenggelam.
QS Yusuf : 85-87
Nabi Yaqub : wahai anak2ku pergi, cari, usaha yangkuat, cari Yusup, jangan putus asa dari Rahmat Allah, karena hanya orang kafir yang pusus asa dari Rahmat Allah.
Di ayat 85, anak2nya mengatakan, ayah jangan selalu menyebut Yusuf terus, nanti ayah sakit. Mereka sudah pesimis. Tapi Yaqub tetap husnuzon, akhirnya mereka dipertemukan di istana yang mewah di Mesir.
Kisah nabi Ibrohim, hajar dan Ismail, ketika hajar dan Ismail ditinggal di lembah yang tandus, hajar bertanya apakah Allah yang menyuruhmu jawab Ibrahim ya. Ketika Ismail menangis lalu hajar berusaha pulang pergi mencari air, dan Ismail menghentakkan kakinya lalu memancar air zamzam. Dengan keyakinan dan ikhtiar yang maksimal maka Allah menolong hambanya. Itulah optimisme.Β
Pertanyaan :
Islam diturunkan dengan nilai nilai kemuliaan. Meskipun mayoritas penduduk muslim tapi penyimpangan2 masih terjadi. Mengapa nilai yang baik ini tidak terserap oleh masyarakat ?
Permasalahan ini ujungnya berkaitan dengan iman. Keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan,Β diamalkan dalam kehidupan.
Memperbaharui iman itu tidak ada hentinya. Harus terus dilakukan.
Orang suudzon atau husnudzon tergantung iman.Β
Link kajian di YouTube hari ini :Β

