*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 25 Oktober 2025 /3 Jumadil Awal 1447 H*
🎯 *KajianTafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 5)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 26 Oktober 2025 / 4 Jumadil Awal 1447 H*
🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Indonesia Emas*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Annuri, MA.*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
🎯 *KajianTafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 5)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*
Kajian sebelumnya :
Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 4)
Selanjutnya ayat 27
QS: 74 : 27 h.576
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُ ۗ
wa maaaaa ad•rooka maa saqor
dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
Ayat ini masih berkaitan dengan ayat sebelumnya. Berkaitan dengan Al Walid bin mughiroh. Ayahnya Khalid bin walid.
Walid bin mughiroh mencari sisi kelemahan Al Al Qur’an. Ia menyebut Al Qur’an adalah sihir yang diperoleh nabi dari orang sebelumnya. Allah mengancamnya dengan saqor. ini menunjukan benarnya Al Qur’an. Alquran diturunkan saat Walid masih hidup. Sampai matinya Walid tidak masuk Islam.
Ayat ini korelasainya sangat kuat dengan ayat 1 dan 2.
Neraka saqor sangat dahsyat adzabnya. Walaupun ditujukan kepada orang per orang tapi sering redaksinya umum. Jangan sampai kita mengikuti Walid. Tidak mengimani Al Qur’an.
QS: 74 : 28 h.576
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُ ۚ
laa tub•qii wa laa tadżar
Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
laa tub•qii Tidak menyisakan. Semua dibakar api neraka. Setelah hangus. Diwujudkan lagi utuh seperti semula.
Ini memperkuatA QS annisa: 56 kulit pertama gosong lalu dihadirkan kulit baru. Agar selalu mencicipi adzab.
70x lipat panasnya neraka dengan api dunia.
Nabi bertugas memberikan peringatan kepada orang yang tidak beriman. Jauhi maksiat. Hendaklah kita selalu berada dalam kebenaran.
QS: 74 : 29 h.576
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ۚ
lawwaaḥatul lil-bašyar
yang menghanguskan kulit manusia.
lawwaaḥatul sangat amat membakar. Redaksinya dikuatkan supaya tidak ada keraguan.
lil-bašyar maknanya : manusia. Makna kedua : Kulit. Manusia kulitnya nampak, tidak tertutup bulu seperti hewan.
Api akan membakar kulit. Kulit : perasa, sangat peka. Kulit tampak agar indah. Agar bersyukur.
QS: 74 : 30 h.576
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ۗ
alaiHaa tis′ata ′ašyar
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
Ada 19 penjaga neraka. Orang yang sudah dimasukan neraka tidak mungkin bisa kabur. Dengan kata 19 itu orang kafir mekang menghina nabi.
Asbabun Nuzul. Abu jahal berkata : wahai quraisy, Muhamad bilang penjaga neraka ada 19 sedangkan jumlah kalian lebih banyak, apakah 100 orang dari kalian apakah kalah? Ini melecehkan. Langsung Allah turunkan ayat selanjutnya :
QS: 74 : 31 h.576
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖ وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَ ۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
wa maa ja′alnaaaaa aṣh-ḥaaban~naari illaa malaaaaa-ikataw wa maa ja′alnaa ′iddataHum illaa fitnatal lilladżiina kafaruu liyastaiqinalladżiina uutul-kitaaba wa yazdaadalladżiina aamanuuuuu iimaanaw wa laa yartaaballadżiina uutul-kitaaba wal-mu`minuuna wa liyaquulalladżiina fii quluubiHim~ maroḍhuw wal-kaafiruuna maadżaaaaa aroodallooHu biHaadżaa matṡalaa‚ kadżaalika yuḍhillullooHu may yašyaaaaa-u wa yaHdii may yašyaaaaa`‚ wa maa ya′lamu junuuda robbika illaa Huw‚ wa maa Hiya illaa dżikroo lil-bašyar
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Allah jadikan penjaga neraka dari malaikat. Bukan dari kalangan manusia.
Padahal malaikat sangat kuat. Contoh satu malaikat mampu mengangkat gunung untuk ditimpakan kepada orang thoif ketika nabi dilempari batu oleh orang thoif.
Asbabun Nuzul kedua. Lebih sombong lagi. Ia mengatakan akan mengalahkan ke19 malaikat penjaga neraka.
Alquran senantiasa memberikan solusi, memberikan jalan keluar dari berbagai macam problematika hidup.
Semakin menjauh dari al quran maka keberkahan akan menjauh. Semakin mendekat maka keberkahan akan mendekat.
Contoh. Ketika berada dalam gua tsur akan hijrah ke madinah. Abu bakar kuatir kalau quraisy melihat mereka berdua. Turun ayat yang memperkuat hati rosulullah : QS 9: 40 latahzaninnalohamaana
QS: 9 h.193
اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰى ۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
illaa tan^ṣhuruuHu fa qod naṣhoroHullooHu idż akḣrojaHulladżiina kafaruu tṡaaniyatṡnaini idż Humaa fil-ghoori idż yaquulu liṣhooḥibiHii laa taḥzan in~nallooHa ma′anaa‚ fa an^zalallooHu sakiinataHuu ′alaiHi wa ayyadaHuu bijunuudil lam tarouHaa wa ja′ala kalimatalladżiina kafarus-suflaa‚ wa kalimatullooHi Hiyal-′ulyaa‚ wallooHu ′aziizun ḥakiiiim
Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Allah menyebut penjaga neraka 19 terdiri dari malaikat adalah untuk menguji kita, lulus atau tidak dengan ujian bilangan tsb.
Ujian juga termasuk untuk kaum ahli kitab Yahudi dan nasrani. Karena di taurat dan Injil juga disebut penjaga neraka ada 19 malaikat.
Untuk orang beriman dengan disebut penjaga neraka ada 19 malaikat maka akan semakin menambah keimanannya.
Ulama membuat kaidah : Al iman Yazid wa yanfus. Keimanan bisa bertambah dan berkurang. Bertambah ketika berinteraksi dengan Al Qur’an. Berkurang ketika berbuat maksiat.
Kalau keimanan menurun maka malas/berat untuk beribadah.
Dosa2 itu mengikat tubuh sehingga berat untuk beribadah.
Taqdir yang akan datang, jangan pernah dipikirkan. Taqdir yang sudah terjadi boleh kita renungkan.
Allah yang tau akan pasukan pasukannya. Yang disebut 19 tapi di sana ada yang lain. Tidak ada yang tau jumlahnya kecuali Allah saja.
Pertanyaan :
Taqdir kita sudah tertulis di lauhil Mahfudz
40 , 80, 120 hari segumpal daging lalu ditiupkan ruh, ditetapkan ajalnya, bahagia atau celaka. Allah maha tahu apa yang akan terjadi.
Beratus tahun yang akan datang Allah tahu yang akan terjadi. Seorang yang akan lahir padahal orangtuanya belum ada, Allah tahu. Si A celaka. Si b bahagia. Ketika diperintah beriman lalu beriman maka bahagia. Orang kafir dimasukan neraka bukti keadilan Allah karena orang kafir tersebut diberi kesempatan untuk beriman namun tidak beriman
QS: 74 : 32 h.576
كَلَّا وَالْقَمَرِ ۙ
kallaa wal-qomar
Tidak! Demi bulan,
QS: 74 : 33 h.576
وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَ ۙ
wal-laili idż ad•bar
dan demi malam ketika telah berlalu,
QS: 74 : 34 h.576
وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَ ۙ
waṣh-ṣhub-ḥi idżaaaaa asfar
dan demi subuh apabila mulai terang,
QS: 74 : 35 h.576
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِ ۙ
in~naHaa la-iḥdal-kubar
sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,
QS: 74 : 36 h.576
نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِ ۙ
nadżiirol lil-bašyar
sebagai peringatan bagi manusia,
QS: 74 : 37 h.576
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَ ۗ
liman šyaaaaa-a minḡ~kum ay yataqoddama au yata-akḣkḣor
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.
QS: 74 : 38 h.576
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌ ۙ
kullu nafsim~ bimaa kasabat roHiinaH
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
QS: 74 : 39 h.576
اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِ ۛ
illaaaaa aṣh-ḥaabal-yamiiiin
kecuali golongan kanan,
QS: 74 : 40 h.576
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَ ۙ
fii jan~naatiy yatasaaaaa-aluuuun
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,
QS: 74 : 41 h.576
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ ۙ
anil-muj•rimiiiin
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
QS: 74 : 42 h.576
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
maa salakakum fii saqor
”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”
QS: 74 : 43 h.576
قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ ۙ
qooluu lam naku minal-muṣholliiiin
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat,
QS: 74 : 44 h.576
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ ۙ
wa lam naku nuṭh•′imul-miskiiiin
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,
QS: 74 : 45 h.576
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَ ۙ
wa kun~naa nakḣuuḍhu ma′al-kḣooooo-iḍhiiiin
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
QS: 74 : 46 h.576
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِ ۙ
wa kun~naa nukadżdżibu biyaumid-diiiin
dan kami mendustakan hari pembalasan,
QS: 74 : 47 h.576
حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُ ۗ
ḥattaaaaa ataanal-yaqiiiin
sampai datang kepada kami kematian.”
Video kajian hari ini, klik link berikut :
