*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 23 Agustus 2025 / 29 Shafar 1447 H*

🎯 *Kajian Tafsir Al-Qur’an : Surat Al Muddatsir (bag. 3)*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun, Lc., MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 24 Agustus 2025 / 30 Shafar 1447 H*

🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Lisanmu Cermin Hatimu ; Menjaga Lisan dalam Hadits Nabi Saw.*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Abdul Hamid, Lc., MA*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
[email protected]

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

*Kajian Tafsir Al-Qur’an : Surat Al Muddatsir (bag. 3)*

*Pembicara : Ustadz Muhammadun, Lc., MA.*

Kajian sebelumnya klik link berikut : 

Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 2)

Selanjutnya ayat 11 : 

Tafsir Al munir

QS: 74 : 8 h.575
فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِ ۙ
fa idżaa nuqiro fin~naaquuuur
Maka apabila sangkakala ditiup,

QS: 74 : 9 h.575
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌ ۙ
fa dżaalika yauma-idżiy yaumun ′asiiiir
maka itulah hari yang serba sulit,

QS: 74 : 10 h.575
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
alal-kaafiriina ghoiru yasiiiir
bagi orang-orang kafir tidak mudah.

Peringatan akan ada adzab Allah kalau tidak beriman kepada Allah dan rasulnya. 

Jadi korelasi ayat ini dengan ayat awal. Berilah peringatan. Itulah peringatannya yaitu adzab Allah.

Sangkakala itu bentuknya (dalam beberapa hadits) seperti tanduk hewan, tugas malaikat isrofil untuk meniup. Sudah siap, tinggal menunggu komando dari Allah.

Peniupan terjadi 2x. Pertama untuk mematikan semua manusia kecuali yang diijinkan Allah. Kedua untuk membangkitkan kembali. Pada ayat 8 ini peniupan yang kedua. fin~naaquuuur

Kondisi yang sulit dalam ayat 9 mencakup orang Islam dan orang kafir. 

Keringat bercucuran, ada yang berjalan melalui keringat satu tumit, satu lutut, satu leher, tidak berbusana, (Siti aisyah bertanya, ketika semua laki dan perempuan tidak berpakaian, maka rosul berkata, manusia sudah tidak merasa malu dll, yang terasa adalah kondisi sulitnya menghadapi keadaan.

Yang memberi kesaksian bukan mulut kita, tapi anggota badan. Pengadilan disaksikan oleh seluruh manusia.

alal-kaafiriina ghoiru yasiiiir
bagi orang-orang kafir tidak mudah. Ini sebagai penguat ayat sebelumnya. Sulitnya yang pertama, tidak sesulit yang kedua. Bagi orang kafir lebih sulit lagi.

QS: 74 : 11 h.575

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًا ۙ
dżarnii wa man kḣolaq•tu waḥiidaa
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,

Allah yang bertindak langsung. (Dzarnii ) Kepada orang yang aku sendiri menciptakannya. Orang Yang dituju, yang dimaksud adalah Al Walid Ibnu mughiroh, tokoh quraisy yang selalu menentang dakwah rosululloh. Bapaknya Kholid bin walid. Ayat ini redaksinya umum, saat diturunkan kepada Walid, tapi ditujukan kepada kita semua. 

wa man kḣolaq•tu waḥiidaa aku menciptakan sendiri, aku akan menghadapi dia, akan menyelesaikan dia.

Biarkan aku yang akan bertindak kepada dia, yang aku ciptakan sendirian, tidak punya apa-apa, anak2 nya akan lari, hartanya akan hilang dari dia. Tidak akan membantu dirinya.

Walid ini banyak anak dan kaya raya.

Ka’bah selalu diganti kiswahnya tiap tahun. Kalau yang lain bergotong royong kalau Walid sendirian karena dia sangat kaya. 

QS: 74 : 12 h.575
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًا ۙ
wa ja′altu laHuu maalam~ mamduudaa
dan Aku beri kekayaan yang melimpah,

Walid diberikan harta yang sangat banyak. Kebunnya dari Mekah sampai thoif, sejauh perjalanan 80km miliknya. Hewan kambing, onta, di tempat seluas  itu miliknya.

Jangan sampai dalam hidup ini terfitnah oleh harta. Rosul tidak menghawatirkan kemiskinan umatnya, justru dikhawatirkan saat diluaskan harta, yang dulu telah membinasakan umat terdahulu karena fitnah harta.

Gunakan harta sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah SWT.

QS: 74 : 13 h.575
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًا ۙ
wa baniina šyuHuudaa
dan anak-anak yang selalu bersamanya,

Syuhuudaa yang terlihat. Menyertai, tinggal bersama. Hidup tenang. Terbuai.

QS At-taubah qulinkanaabaukum

QS: 9 : 24 h.190
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
qul inḡ~ kaana aabaaaaa-ukum wa ab•naaaaa-ukum wa ikḣwaanukum wa azwaajukum wa ′ašyiirotukum wa amwaaluniq•taroftumuuHaa wa tijaarotun^ takḣšyauna kasaadaHaa wa masaakinu tarḍhounaHaaaaa aḥabba ilaikum~ minallooHi wa rosuuliHii wa jiHaadin^ fii sabiiliHii fa tarobbaṣhuu ḥattaa ya`tiyallooHu bi-amriH‚ wallooHu laa yaHdil-qoumal-faasiqiiiin
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

QS: 74 : 14 h.575
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًا ۙ
wa maHHattu laHuu tamHiidaa
dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

Tamhiida, Walid ini disamping diberikan anak dan harta juga diberi kekuasaan.

Kekuasaan itu bisa membuat kufur. 

Walid tahu kebenaran, hanya kuatir kalau ia menerima kebenaran yang dibawa rosululloh maka hawa nafsu untuk menguasai manusia serta harta akan terganggu.

 

QS: 74 : 15 h.575
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَ ۙ
tṡum~ma yaṭh•ma′u an aziiiid•
Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

Walid masih tamak/menahan yang dimiliki supaya tidak diambil orang lain dan masih ingin tambah lagi, ingin ditambah lagi kekayaan serta kekuasaannya.

Tidak pernah merasa puas. Tidak pernah cukup. Kalau diberikan 2 lembah yang terisi mas maka manusia akan minta 1 lagi. Baru berhenti kalau mulutnya sudah tertutup debu.

Insan : konotasinya negatif. 

Manusia itu angan angannya panjang dan melupakan batas kematiannya.

Jangan panjang angan-angan. Ingat batas kematian.

QS: 74 : 16 h.575
كَلَّا ۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًا ۗ
kallaa‚ in~naHuu kaana li`aayaatinaa ′aniidaa
Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).

Sekali2 tidak akan ditambah lagi.

Kufur, tidak mau menerima karena dianggap tidak benar.

Kalau Walid tahu bahwa yang disampaikan oleh rosul itu dari Allah.

Sedangkan abu Jahal kufur karena yakin apa yang disampaikan oleh rosul adalah batil.

Jadi tingkat kekufuran Walid ini lebih tinggi dari abu Jahal.

Walid yakin bahwa Qur’an bukan buatan manusia dan jin atau bukan sihir, atau bukan syair.

Walid ini orang yang ingkar.

Yang menolak kebenaran itu Hawa nafsu.

Selanjutnya ayat 17 

QS: 74 : 17 h.575
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًا ۗ
sa-ur-HiquHuu ṣho′uudaa
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.

QS: 74 : 18 h.576
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ۙ
in~naHuu fakkaro wa qoddar
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

QS: 74 : 19 h.576
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ۙ
fa qutila kaifa qoddar
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

QS: 74 : 20 h.576
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ۙ
tṡum~ma qutila kaifa qoddar
Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

QS: 74 : 21 h.576
ثُمَّ نَظَرَ ۙ
tṡum~ma naẓhor
Kemudian dia (merenung) memikirkan,

QS: 74 : 22 h.576
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ۙ
tṡum~ma ′abasa wa basar
lalu berwajah masam dan cemberut,

QS: 74 : 23 h.576
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ۙ
tṡum~ma ad•baro wastakbar
kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

QS: 74 : 24 h.576
فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُ ۙ
fa qoola in Haadżaaaaa illaa siḥruy yu`tṡar
lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).

QS: 74 : 25 h.576
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ ۗ
in Haadżaaaaa illaa qoulul-bašyar
Ini hanyalah perkataan manusia.”

QS: 74 : 26 h.576
سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
sa-uṣhliiHi saqor
Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,

QS: 74 : 27 h.576
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُ ۗ
wa maaaaa ad•rooka maa saqor
dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

QS: 74 : 28 h.576
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُ ۚ
laa tub•qii wa laa tadżar
Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,

QS: 74 : 29 h.576
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ۚ
lawwaaḥatul lil-bašyar
yang menghanguskan kulit manusia.

QS: 74 : 30 h.576
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ۗ
alaiHaa tis′ata ′ašyar
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

QS: 74 : 31 h.576
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖ وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَ ۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
wa maa ja′alnaaaaa aṣh-ḥaaban~naari illaa malaaaaa-ikataw wa maa ja′alnaa ′iddataHum illaa fitnatal lilladżiina kafaruu liyastaiqinalladżiina uutul-kitaaba wa yazdaadalladżiina aamanuuuuu iimaanaw wa laa yartaaballadżiina uutul-kitaaba wal-mu`minuuna wa liyaquulalladżiina fii quluubiHim~ maroḍhuw wal-kaafiruuna maadżaaaaa aroodallooHu biHaadżaa matṡalaa‚ kadżaalika yuḍhillullooHu may yašyaaaaa-u wa yaHdii may yašyaaaaa`‚ wa maa ya′lamu junuuda robbika illaa Huw‚ wa maa Hiya illaa dżikroo lil-bašyar
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

QS: 74 : 32 h.576
كَلَّا وَالْقَمَرِ ۙ
kallaa wal-qomar
Tidak! Demi bulan,

QS: 74 : 33 h.576
وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَ ۙ
wal-laili idż ad•bar
dan demi malam ketika telah berlalu,

QS: 74 : 34 h.576
وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَ ۙ
waṣh-ṣhub-ḥi idżaaaaa asfar
dan demi subuh apabila mulai terang,

QS: 74 : 35 h.576
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِ ۙ
in~naHaa la-iḥdal-kubar
sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,

QS: 74 : 36 h.576
نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِ ۙ
nadżiirol lil-bašyar
sebagai peringatan bagi manusia,

QS: 74 : 37 h.576
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَ ۗ
liman šyaaaaa-a minḡ~kum ay yataqoddama au yata-akḣkḣor
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.

QS: 74 : 38 h.576
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌ ۙ
kullu nafsim~ bimaa kasabat roHiinaH
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,

QS: 74 : 39 h.576
اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِ ۛ
illaaaaa aṣh-ḥaabal-yamiiiin
kecuali golongan kanan,

QS: 74 : 40 h.576
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَ ۙ
fii jan~naatiy yatasaaaaa-aluuuun
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,

QS: 74 : 41 h.576
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ ۙ
anil-muj•rimiiiin
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

QS: 74 : 42 h.576
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
maa salakakum fii saqor
”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”

QS: 74 : 43 h.576
قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ ۙ
qooluu lam naku minal-muṣholliiiin
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat,

QS: 74 : 44 h.576
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ ۙ
wa lam naku nuṭh•′imul-miskiiiin
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,

QS: 74 : 45 h.576
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَ ۙ
wa kun~naa nakḣuuḍhu ma′al-kḣooooo-iḍhiiiin
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,

QS: 74 : 46 h.576
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِ ۙ
wa kun~naa nukadżdżibu biyaumid-diiiin
dan kami mendustakan hari pembalasan,

QS: 74 : 47 h.576
حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُ ۗ
ḥattaaaaa ataanal-yaqiiiin
sampai datang kepada kami kematian.”

 

Video kajian hari ini, klik link berikut : 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *