*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 24 Januari 2026 / 4 Sya’ban 1447 H*
🎯 *Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun, Lc., MA.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 25 Januari 2026 / 5 Sya’ban 1447 H*
🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Menghitung Pahala*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Abdul Hamid, Lc., MA*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
[email protected]
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun, Lc., MA
Kajian sebelumnya :
Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 7)
Sholat subuh. Pekerjaan paling berat bagi orang munafik. Sangat besar keberkahan nya. Disaksikan malaikat.
Tafsir Al Munir. Prof. Dr. Rohbah zuhaili.
QS AL QIYAMAH : 75 : 1 h.577
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۙ
laaaaa uq•simu biyaumil-qiyaamaH
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
Hari QIYAMAH perihal tak nampak, ghoib. Keimanan kita sempurna bila mengimani yang goib. Ada malaikat dll yang tidak nampak.
Apalagi kehidupan akhirat. Hanya kita dengar dari berita Alquran dan Sunnah. Ini bagian ujian keimanan kita.
QS Al baqoroh : orang bertakwa yaitu yang mengimani yang ghoib. QS: 2 h.2
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ ۙ
dżaalikal-kitaabu laa roiba fiiH‚ Hudal lil-muttaqiiiin
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
QS: 2 h.2
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ
alladżiina yu`minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunaṣh-ṣholaata wa mim~maa rozaq•naaHum yun^fiquuuun
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
QS AL QIYAMAH : 75 : 1 h.577
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۙ
laaaaa uq•simu biyaumil-qiyaamaH
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
Bersumpah dengan hari kiamat. La tidak bermakna. La tambahan. La disini ada ulama yang membaca pendek.q
QS: 75 : 2 h.577
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
wa laaaaa uq•simu bin~nafsil-lawwaamaH
dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
Allah bersumpah dengan 2 sumpah : 1. Dengan hari qiyamat, 2. Nafsu/jiwa.
Nafsu manusia/jiwa manusia yang mencela dirinya adalah tempat untuk menerima atau menolak.
Penting kita memperhatikan hari qiyamat.
Jangan sampai kita punya nafsu yang mencela diri kita kalau kita melupakan hari kiamat dan apa yang terjadi pada hari kiamat.
Orang kafir baru mencela dirinya sendiri ketika di akhirat sedangkan orang mukmin mencela dirinya sendiri sejak di dunia.
Tolok ukur seorang mukmin kertika diingatkan dengan kiamat yaitu menyesali diri lalu mencela diri, lalu memperbaiki diri.
Dalam keadaan apapun seorang mukmin tidak boleh berbuat ujub. Kalaupun berbuat baik harus menyesali diri mengapa hanya segini kebaikan yang dilakukan, kenapa tidak lebih dari ini.
Setelah berbuat baik jangan merasa telah berbuat banyak. Teruslah berbuat baik.
Keimanan kita ditingkatkan dengan ketaatan-ketaatan, amal baik.
Ketika berbuat buruk maka keimanan kita turun.
Contoh ada 3 sahabat yang kisahnya diabadikan dalam Al Qur’an : ijin 1x tidak ikut perang bersama rosulullah, penyesalannya 1 bulan penuh, dunia seakan sempit ketika merasa menanggung dosa. Inilah penyesalan orang yang beriman.
Ada riwayat hadits berbicara tentang orang yang meninggal dalam keadaan syahid. Kalaulah masih bisa diberikan kesempatan hidup dia akan berjihad lagi dan ingin mati Sahid lagi. Kalau diberi kesempatan ketiga maka ia masih ingin menambah mati syahid lagi. Inilah nafsu manusia yang harus dipelihara nafsu lawamah. Nafsu ini harus dominan dalam diri kita.
Nafsunya orang kafir nafsu amarah. Tetapi ini ada juga di dalam diri mukmin. Maka nafsu ini harus dihindari.
QS: 75 : 3 h.577
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ
a yaḥsabul-in^saanu allan naj•ma′a ′iẓhoomaH
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
Ayat ini mulai berbicara tentang kehidupan setelah mati.
Manusia akan dibangkitkan lagi. Menjadi manusia yang utuh. di ayat ini menggunakan kata ‘Insan’ artinya manusia. Manusia itu Lemah. Kita akan baik kalau berpegang teguh pada keimanan.
QS: 75 4 h.577
بَلٰى قَادِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ
balaa qoodiriina ′alaaaaa an nusawwiya banaanaH
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
Kalau mengembalikan jari jemari yang kecil saja yang lebih sulit bisa maka apalagi tulang belulang yang besar.
QS: 75 : 5 h.577
بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗ ۚ
bal yuriidul-in^saanu liyafjuro amaamaH
Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus.
Sebab mereka tidak meyakini hari kiamat karena ingin berbuat dosa terus menerus.
Kalau nafsu dunianya dominan maka tidak akan memiliki nafsu ukhrowi.
Pertanyaan :
Lanjuuut …
QS: 75 : 6 h.577
يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِ ۗ
yas-alu ayyaana yaumul-qiyaamaH
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
QS: 75 : 7 h.577
فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ۙ
fa idżaa bariqol-baṣhor
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
QS: 75 : 8 h.577
وَخَسَفَ الْقَمَرُ ۙ
wa kḣosafal-qomar
dan bulan pun telah hilang cahayanya,
QS: 75 : 9 h.577
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۙ
wa jumi′ašy-šyamsu wal-qomar
lalu matahari dan bulan dikumpulkan,
QS: 75 : 10 h.577
يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّ ۚ
yaquulul-in^saanu yauma-idżin ainal-mafarr
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
QS: 75 : 11 h.577
كَلَّا لَا وَزَرَ ۗ
kallaa laa wazar
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
.
Link YouTube kajian hari ini :

