*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 27 Desember 2025 / 7 Rajab 1447 H*
🎯 *Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 7)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 28 Desember 2025 / 8 Rajab 1447 H*
🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Muhasabah di Penghujung Tahun*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Muhammad Azhari Hatim, MA.*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 04.45 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
[email protected]
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 7)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*
Kajian sebelumnya, klik link berikut :
Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muddatsir (bag. 6)
Hadits : barangsiapa diantara kalian disaat pagi hari merasa aman di rumahnya, di sekelilingnya, disehatkan, diafiatkan badan, di sisinya ada makanan yang cukup, maka seolah olah dunia itu berada di genggamannya.
Ayat selanjutnya QS 74 : 48 :
QS: 74 : 48 h.577
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَ ۗ
fa maa tan^fa′uHum šyafaa′atušy-šyaafi′iiiin
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.
Ayat ini sebagai penutup dialog antara penghuni surga dan neraka.
Tujuannya agar penghuni surga merasa semakin bahagia, sedangkan penghuni neraka agar semakin berat terasa siksanya.
Hatta atanal yaqin. Yaqin : kematian. Penghuni neraka berbuat maksiat ketika di dunia sampai datang kematian.
Di hadits, kematian diredaksikan dengan : perusak kelezatan, kenikmatan hidup.
fa maa tan^fa′uHum šyafaa′atušy-šyaafi′iiiin
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.
Orang beriman yang mati walaupun masih banyak dosa maka ada harapan ada ampunan dari Allah, syafaat dari nabi, doa dari anak Sholeh dst.
QS: 74 : 49 h.577
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَ ۙ
fa maa laHum ′anit-tadżkiroti mu′riḍhiiiin
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
Semoga kita bisa mengambil ibroh dari penghuni neraka.
Disini Allah menjelaskan mengapa penduduk neraka berpaling dari peringatan Allah.
QS: 74 : 50 h.577
كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌ ۙ
ka-an~naHum ḥumurum~ mustan^firoH
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,
Dulu mereka berpaling dari Al Qur’an sebagai pengingat, mereka diumpamakan sebagai keledai.
Seluruh hewan itu bodoh, tapi hewan yang terbodoh adalah keledai. QS Al jumuah, orang kafir diumpamakan himar yang membawa kitab tapi tidak mendapat pelajaran apa2.
Seperti keledai lari dari singa, begitulah perumpamaan kaum kafir lari dari Al Qur’an yang disampaikan oleh rosulullah.
QS Al hujurat : janganlah kalian mendahului Allah dan rosul. Jangan Mendahului Al Qur’an dan hadits.
Bacalah Al-Qur’an walaupun tidak faham karena akan mendatangkan ketenangan. Malaikat akan turun dengan membawa Rahmat dari Allah SWT. Ke rumah kita.
Ketika seseorang menjauh dari Al Qur’an maka keberkahan pun akan menjauh. Demikian sebaliknya. Kalau kita mendekat maka keberkahan akan mendekat.
QS: 74 : 51 h.577
فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ ۗ
farrot minḡ~ qoswaroH
lari dari singa.
QS: 74 : 52 h.577
بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً ۙ
bal yuriidu kullumri-im~ min-Hum ay yu`taa ṣhuḥufam~ munašyšyaroH
Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
Ada kisah dari ayat ini : asbabun nuzulnya : argumentasi permintaan dari orang kafir, dari abu Jahal dkk, kami tidak akan beriman sehingga disetiap kita diberikan lembaran2 terbuka (surat). Yang tertulis dari Rabb semesta alam. Untuk hamba A, b, c dst. Yang tertulis perintah untuk tiap orang untuk mengikutimu(Muhammad); mereka berharap rosul tidak mampu.
QS: 74 : 53 h.577
كَلَّا ۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَ ۗ
kallaa‚ bal laa yakḣoofuunal-aakḣiroH
Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
Penyebab inti karena : Mereka itu tidak beriman, tidak takut akan akhirat. Mereka yakin kehidupan hanya di dunia. Tidak akan ada balasan di akhirat.
QS: 74 : 54 h.577
كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌ ۚ
kallaaaaa in~naHuu tadżkiroH
Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar suatu peringatan.
Di dalam Al Fatihah kita diajarkan : Arroja dan Al khouf. Berharap dan takut. Maliki yaumidin.
QS: 74 : 55 h.577
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۗ
fa man šyaaaaa-a dżakaroH
Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.
QS: 74 : 56 h.577 (tamat)
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗ هُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
wa maa yadżkuruuna illaaaaa ay yašyaaaaa-allooH‚ Huwa aHlut-taq•waa wa aHlul-maghfiroH
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.
Allah yang berhak yang tepat untuk kita bertakwa kepadaNya. Hanya Allah yang mampu memberikan ampunan kepada kita.
Link YouTube kajian hari ini :

