*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 23 Mei 2026 / 6 Dzulhijjah 1447 H*

🎯 *Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Insan*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 24 Mei 2026 / 7 Dzulhijjah 1447 H*

🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Qurban Sebagai Indikator Hakikat Iman*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Achmad Annuri, MA.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
[email protected]

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Insan

🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.

Link kajian sebelumnya : 

Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah (bag. 3)

10 hari yang pertama di bulan julhijjah adalah lebih utama dari 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Kalau di 10 terakhir ramadhan hanya malamnya saja sedangkan 10 hari pertama di bulan julhijjah siang dan malamnya.

Perbuatan baik / amal Sholeh di 10 hari pertama di bulan ini lebih baik Bahkan dari jihad sekalipun. Kecuali seseorang yang berjihad lalu gugur syahid dalam jihadnya. Baca dzikir : subhanallah hamdalah takbir dst.

Surat Al insan untuk memperkuat sahabat. Pernah dibacakan sehabis sholat subuh.

Rosulullah dalam sholat subuh ya pernah membaca setelah Al fatihah : Surat sajadah di rokaat pertama lalu di rokaat kedua surat Al insan.

QS Al Insan : 76 : 1 h.578
هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا
Hal ataa ′alal-in^saani ḥiinum~ minad-daHri lam yakun^ šyai-am~ madżkuuroo
Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Hal / kata penetapan. Jawabannya pasti naam “ya”. Tidak ada jawaban “tidak.” Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Maksudnya adalah : manusia diajak mengingat asal usulnya. Dulu kamu itu tidak ada. Namamu itu belum disebut. Kamu itu lemah. Dari mana kita datang lalu akan kemana kita pergi. Manusia menganggap dirinya ada sebagai keniscayaan, tidak ada yang menciptakan, sehingga tidak ingat dari mana asalnya dan akan kemana akhirnya. 

Kita ini diciptakan, dibimbing, dirawat oleh Allah, kenapa bisa2nya bermaksiat kepada Allah?

QS: 76 : 2 h.578
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ ۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
in~naa kḣolaq•nal-in^saana min nuṭh•fatin amšyaajin nab•taliiHi fa ja′alnaaHu samii′am~ baṣhiiroo
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Inna, tidak inni. Hal ini untuk mengagungkan Allah. Pantas Allah menggunakan Inna. Ini menandakan Allah maha agung, maha besar. 

Allah sebut asal usul penciptaan manusia. Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur… Ini disebutkan supaya manusia tidak merasa sombong. Tidak membanggakan diri. Air mani bercampur sel telur berubah menjadi embrio. 9 bulan menjadi janin yang utuh, ini cukuplah bagi manusia untuk beriman kepada Allah. 

Tujuan diciptakan manusia :  nab•taliiHi fa ja′alnaaHu samii′am~ baṣhiiroo ; Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Ujian ini sepanjang masa.  Materi ujiannya adalah kehidupan kita. Kurikulumnya adalah Alquran dan Sunnah. Ujian pemahaman dan pengamalan.

Karena akan diuji maka diberikan alat  samii′am~ baṣhiiroo mendengar dan melihat. Bashir melihat dengan mata, mata hati, dan otak, ; beda dengan nadhir melihat hanya dengan mata. 

Ada yang diuji dengan kekayaan, kemiskinan, penyakit, semuanya adalah ujian. Berarti sudah ada kesiapan.

QS: 76 : 3 h.578
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا
in~naa HadainaaHus-sabiila im~maa šyaakirow wa im~maa kafuuroo
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

sabiila jalan yang lurus. Shirotol mustaqima. Rosul menggambar segi empat lalu menggambar garis di tengah itulah jalan lurus, lalu menggambar garis ke kiri ke kanan, kalau selamat dari tikungan yang pertama dan seterusnya lalu sampai pada garis akhir inilah akhir hidup manusia lalu rosul menambah garis diluar persegi itulah keinginan manusia. 

šyaakirow ; syukur ketika telah memaksimalkan imannya kepada Allah.

Kalau memilih jalan syukur maka pantas Allah memasukan orang mukmin ke dalam surga.

kafuuroo ; kufur

Kalau memilih jalan kafir maka pantas Allah mengadzabnya.

Di akhirat Allah tidak menerima udzurnya, ditolak alasannya karena Allah telah mengutus nabi. 

Luar biasa Allah maha adilnya. Yang Islam dimasukan ke surga, yangbkafir dimasukan ke neraka.

Ujian itu tidak lama.

Dalam pemikiran manusia, dari kecil sampai pensiun, lalu dimasa pensiunnya berleha-leha, di dalam Islam tidak seperti itu. Nabi Muhammad diutus menjadi nabi di usia 40 tahun. Dimasa tuanya mampu menaklukan Mekah. Jadi dimasa tua harus lebih aktif, lebih banyak beramal, mengisi dengan amal Sholih. Istirahatnya adalah di surga. 

Jangan berpandangan hidup ini adalah pilihan, bebas sesuai keinginan. Di ayat berikutnya :

QS: 76 : 4 h.578
اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا
in~naaaaa a′tad•naa lil-kaafiriina salaasila wa aghlaalaw wa sa′iiroo
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Kalau memilih jalan kufur maka Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. 

salaasila ; Rantai ini untuk mengikat kaki lalu ditarik ke dalam neraka. Tidak diturunkan pelan2. 

QS: 76 : 5 h.578
اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوْرًا ۚ
in~nal-ab•rooro yašyrobuuna minḡ~ ka`sinḡ~ kaana mizaajuHaa kaafuuroo
Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,

Balasan bagi orang mukmin sangat panjang dari berbagai jenis kenikmatan. 

Rahmat Allah lebih luas dari kemarahannya. 

 

 

 

Bersambung …..

QS: 76 : 6 h.579
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللّٰهِ يُفَجِّرُوْنَهَا تَفْجِيْرًا
ainay yašyrobu biHaa ′ibaadullooHi yufajjiruunaHaa tafjiiroo
(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.

QS: 76  : 7 h.579
يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهٗ مُسْتَطِيْرًا
yuufuuna bin~nadżri wa yakḣoofuuna yaumanḡ~ kaana šyarruHuu mustaṭhiiroo
Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

QS: 76 : 8 h.579
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
wa yuṭh•′imuunaṭh-ṭho′aama ′alaa ḥubbiHii miskiinaw wa yatiimaw wa asiiroo
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,

 

.QS: 76 : 9 h.579
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا
in~namaa nuṭh•′imukum liwaj-HillaaHi laa nuriidu minḡ~kum jazaaaaa-aw wa laa šyukuuroo
(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.

QS: 76 : 10. h.579
اِنَّا نَخَافُ مِنْ رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوْسًا قَمْطَرِيْرًا
in~naa nakḣoofu mir robbinaa yauman ′abuusanḡ~ qomṭhoriiroo
Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”

QS: 76 : 11 h.579
فَوَقٰىهُمُ اللّٰهُ شَرَّ ذٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقّٰىهُمْ نَضْرَةً وَّسُرُوْرًا ۚ
fa waqooHumullooHu šyarro dżaalikal-yaumi wa laqqooHum naḍhrotaw wa suruuroo
Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.

QS: 76 : 12 h.579
وَجَزٰىهُمْ بِمَا صَبَرُوْا جَنَّةً وَّحَرِيْرًا ۙ
wa jazaaHum~ bimaa ṣhobaruu jan~nataw wa ḥariiroo
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.

QS: 76  : 13 h.579
مُّتَّكِـِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ ۚ لَا يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَّلَا زَمْهَرِيْرًا ۚ
muttaki`iina fiiHaa ′alal-arooooo-ik‚ laa yarouna fiiHaa šyamsaw wa laa zamHariiroo
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.

QS: 76 : 14 h.579
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا
wa daaniyatan ′alaiHim ẓhilaaluHaa wa dżullilat quṭhuufuHaa tadżliilaa
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.

QS: 76 : 15 h.579
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرَا۠
wa yuṭhoofu ′alaiHim~ bi`aaniyatim~ min^ fiḍh·ḍhotiw wa akwaabinḡ~ kaanat qowaariiroo
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,

QS: 76 : 16 h.579
قَوَارِيْرَا۟ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوْهَا تَقْدِيْرًا
qowaariiro min^ fiḍh·ḍhotinḡ~ qoddaruuHaa taq•diiroo
kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).

QS: 76 : 17 h.579
وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلًا ۚ
wa yusqouna fiiHaa ka`sanḡ~ kaana mizaajuHaa zan^jabiilaa
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.

QS: 76 : 18 h.579
عَيْنًا فِيْهَا تُسَمّٰى سَلْسَبِيْلًا
ainan^ fiiHaa tusam~maa salsabiilaa
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.

QS: 76 : 19 h.579
۞ وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَ ۚ اِذَا رَاَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنْثُوْرًا
wa yaṭhuufu ′alaiHim wildaanum~ mukḣolladuun‚ idżaa ro-aitaHum ḥasib•taHum lu`lu-am~ man^tṡuuroo
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.

QS: 76 h.579
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
wa idżaa ro-aita tṡam~ma ro-aita na′iimaw wa mulkanḡ~ kabiiroo
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

.

.

.

.

Link kajian YouTube hari ini : 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *