*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 28 Maret 2026 / 8 Syawal 1447 H*

🎯 *Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah (bag. 3)*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 29 Maret 2026 / 9 Syawal 1447 H*

🎯 *Kajian Tazkiyatun Nafs : Urgensi Amalan Hati*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Drs. Hasanuddin, MPd.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
[email protected]

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Tafsir Al Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah (bag. 3)

🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.

Kajian sebelumnya : 

Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Qiyamah (bag.2)

Ramadhan adalah sebuah kenikmatan apabila bisa menghiasinya dengan ketaatan-ketaatan, dengan perbuatan baik.

Setelah usai romadhon sebaiknya :

@memohon kepada Allah untuk diterimanya amal-amal kita. Imam Ali ra : memohon diterimanya amal harus mendapat perhatian yang besar, lebih besar dari amalnya itu sendiri.

Bahkan ada salafussholeh yang berdoa supaya amalnya diterima sampai 6 bulan setelah romadhon.

2: 126

QS: 2 h.19
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa idż qoola ib•rooHiimu robbij•′al Haadżaa baladan aaminaw warzuq aHlaHuu minatṡ-tṡamarooti man aamana min-Hum~ billaaHi wal-yaumil-aakḣir‚ qoola wa manḡ~ kafaro fa umatti′uHuu qoliilan^ tṡum~ma aḍhṭhorruHuuuuu ilaa ′adżaabin~naar‚ wa bi`sal-maṣhiiiir
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Ibrahim : 40-41

QS: 14 h.260
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
robbij•′alnii muqiimaṣh-ṣholaati wa min^ dżurriyyatii robbanaa wa taqobbal du′aaaaaa-
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

QS: 14 h.260
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu`miniina yauma yaquumul-ḥisaaaab•
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

@perbanyak istighfar.

Ini sebagai bentuk ketawadhuan kita kepada Allah. Merendahkan diri kita di hadapan Allah SWT. Tujuannya memohon ampun kepada Allah dari kekurangan-kekurangan ibadah kita. khalifah Umar bin Abdul aziz : tutup romadhon dengan istighfar.

Annashr :

QS: 110 h.603
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُ ۙ
idżaa jaaaaa-a naṣhrullooHi wal-fat-ḥ
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

QS: 110 h.603
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًا ۙ
wa ro-aitan~naasa yad•kḣuluuna fii diinillaaHi afwaajaa
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

QS: 110 h.603
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا
fa sabbiḥ biḥamdi robbika wastaghfir-H‚ in~naHuu kaana tawwaabaa
maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

Setelah sholat 5 waktu, setelah salam, yang pertama kita ucapkan adalah istighfar.

Istighfar, untuk mencegah penyakit ujub. Mengagumi amal baik diri sendiri.

@menjaga nuansa Ramadhan pada bulan berikutnya. Jangan sampai hilang. Lanjutkan puasa 6 hari di bulan Syawal. Pahalanya seperti orang yang berpuasa selama 1 tahun. Ada hikmah : isilah bulan Syawal sebagaimana di bulan ramadhan.

Lanjut …..

QS: 75 : 16 h.577
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖ ۗ
laa tuḥarrik biHii lisaanaka lita′jala biH
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

Asbabun nujul : dari Ibnu Abas, rosul ketika Wahyu diturunkan kepadanya menggerakkan lisannya untuk menghafal lalu Allah turunkan ayat ini.

Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya. Ayat sebelumnya berbicara tentang sifat orang kafir yang tidak percaya kepada hari akhir.

Jadi saat malaikat menyampaikan Wahyu, tunggu sampai selesai, setelah selesai baru ikuti membaca.

Pelajaran untuk kita agar setelah memahami maka amalkan.

QS: 75 : 17 h.577
اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ
in~na ′alainaa jam′aHuu wa qur`aanaH
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

Hafalannya Al Qur’an di dada rosulullah dijaga oleh Allah.

Pelajaran dari 2 ayat ini : 

1. Hendaknya harus memiliki keingintahuan terhadap Alquran secara cepat jangan lalai, jangan melambat lambatkan. 

2. Memiliki keyakinan Alquran adalah otentik karena dijaga oleh Allah. 

Terjemahan Alquran tidak dianggap Alquran. Kalau sholat membaca terjemahan maka sholatnya tidak sah.

Kitab terdahulu tidak dijaga keasliannya, karena agama terdahulu terbatas waktunya.

QS: 75 : 18 h.577
فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ
fa idżaa qoro`naaHu fattabi′ qur`aanaH
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

Adab dibimbing langsung oleh Allah. Jibril membacakan sampai selesai lalu ikutilah bacaannya setelah Jibril selesai.

Saat romadhon : rosul tadarus bersama Jibril menghatamkan 2x menjelang ajalnya. Setiap tahun 1x khatam bersama Jibril.  

QS: 75 : 19 h.577
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ
tṡum~ma in~na ′alainaa bayaanaH
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.

Bayan : penjelasan, penafsiran. 

Yang paling tahu tafsir Al Qur’an adalah Rasulullah karena mendapatkan langsung penjelasan dari Allah melalui malaikat Jibril. 

QS: 75 : 20 h.578
كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ ۙ
kallaa bal tuḥibbuunal-′aajilaH
Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia,

Orang kafir tidak merespon Alquran dengan cepat seperti rosulullah, karena terlalu mencintai kehidupan dunia. 

aajilaH, cepat. Dunia itu cepat datangnya, cepat hilangnya.

Mata, seperti aajilaH. Ketika berbicara tentang dunia memakai redaksi mata : kesenangan yang sementara.

Sedangkan kalau berbicara akhirat, menggunakan redaksi kholidina …

Pertanyaan :

Memulai puasa Syawal apakah ada waktu yang dilarang?

Sunnah puasa 6 hari di bulan Syawal. Praktiknya :

Hadits : barangsiapa yang selesai puasa romadhon lalu diikuti 6 hari di bulan Syawal maka seperti puasa satu tahun.  Pelaksanaannya yang penting bilangannya 6 hari, tidak disebut berturut turut. Misalnya setiap Senin dan hari kamis. Bisa diniatkan sekaligus puasa Senin kamis dengan puasa Syawal.

Ada larangan puasa mengkhususkan di hari Jumat saja atau di hari Sabtu saja. Tapi puasa Syawal di hari Sabtu tidak mengapa. 

HR muslim, barangsiapa telah puasa romadhon dst.

Bagi wanita yang haid saat ramadhan, mana dulu yang diutamakan?

Siapa yang punya utang maka bayar utangnya dulu.

Manshouma romadhon, barang siapa puasa romadhon. Saat udzur di bulan romadhon artinya dia dianggap sudah puasa romadhon. Sehingga bisa puasa 6 hari di Syawal dulu lalu nanti dibayar utangnya setelah 6 hari puasa selesai. 

Ada juga pendapat yang harus membayar utang dulu lalu 6 hari Syawal.

Lanjut …

QS: 75 : 21 h.578
وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَ ۗ
wa tadżaruunal-aakḣiroH
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.

 

QS: 75 : 22 h.578
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ
wujuuHuy yauma-idżin naaḍhiroH
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri,

 

QS: 75 : 23 h.578
اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ
ilaa robbiHaa naaẓhiroH
memandang Tuhannya.

 

QS: 75 : 24 h.578
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌ ۙ
wa wujuuHuy yauma-idżim~ baasiroH
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

QS: 75 : 25 h.578
تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ
taẓhun~nu ay yuf′ala biHaa faaqiroH
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.

QS: 75 : 26 h.578
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ ۙ
kallaaaaa idżaa balaghotit-tarooqii
Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,

QS: 75 : 27 h.578
وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍ ۙ
wa qiila man rooooq•
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang dapat menyembuhkan?”

QS: 75 : 28 h.578
وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُ ۙ
wa ẓhon~na an~naHul-firooooq•
Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

QS: 75 : 29 h.578
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ ۙ
waltaffatis-saaqu bis-saaaaq•
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),

QS: 75 : 30 h.578
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ
ilaa robbika yauma-idżinil-masaaaaq•
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

QS: 75 : 31 h.578
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰى ۙ
fa laa ṣhoddaqo wa laa ṣhollaa
Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat,

QS: 75 : 32 h.578
وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۙ
wa laakinḡ~ kadżdżaba wa tawallaa
tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

QS: 75 : 33 h.578
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰى ۗ
tṡum~ma dżaHaba ilaaaaa aHliHii yatamaṭhṭhoo
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.

QS: 75 : 34 h.578
اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰى ۙ
aulaa laka fa aulaa
Celakalah kamu! Maka celakalah!

QS: 75 : 35 h.578
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰى ۗ
tṡum~ma aulaa laka fa aulaa
Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!

QS: 75 : 36 h.578
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًى ۗ
a yaḥsabul-in^saanu ay yutroka sudaa
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

QS: 75 : 37 h.578
اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى
a lam yaku nuṭh•fatam~ mim~ maniyyiy yumnaa
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

QS: 75 : 38 h.578
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰى ۙ
tṡum~ma kaana ′alaqotan^ fa kḣolaqo fa sawwaa
kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,

QS: 75 : 39 h.578
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى ۗ
fa ja′ala min-Huz-zaujainidż-dżakaro wal-un^tṡaa
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

QS: 75 : 40 h.578
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى
a laisa dżaalika biqoodirin ′alaaaaa ay yuḥyiyal-mautaa
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

 

Link YouTube kajian hari ini : 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *