*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨ *Masjid Baitul Haq - Puri Gading* 🗓️ *Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H* 🎯 Kajian Tafsir Al-Qur'an Juz 29 : Surat Al Insan (bag.2) 🎙️ Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA. 🕔 *Ba'da Shubuh Pkl. 05.00 WIB - Selesai* ======= ======= 🗓️ *Ahad, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H* 🎯 *Shubuh Gabungan bersama Forum Silaturahim Sholat Shubuh Gabungan (FS3G) Kota Bekasi* 🎙️ *Kajian Kitab : Ustadz Suwandi, Lc., M.EI.* 🎙️ *Penceramah : Dr. KH. Muhyiddin, SH., MH.* 🕔 *Pkl. 03.00 - 06.30 WIB* 📌 *Masjid Baitul Haq - Puri Gading* ~~~~~~~ 📱 *Gabung Live Streaming :* YouTube : bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq *Social Media* Facebook : bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq Instagram : bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq *Contact us* Email : humas@masjidbaitulhaqpurigading.com WhatsApp Center : +62852-1327-4473 *Website* https://masjidbaitulhaqpurigading.com ______________________________ *DKM Baitul Haq, Puri Gading* _Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat - Indonesia_
Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Insan (bag.2)
🎙️ *Pembicara : Ustadz Muhammadun Abdul Hamid, Lc., MA.
Link Kajian sebelumnya :
Ayat sebelumnya : 1-6
QS: 76 : 1 h.578
هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا
Hal ataa ′alal-in^saani ḥiinum~ minad-daHri lam yakun^ šyai-am~ madżkuuroo
Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Kita ulangi sekilas agar difahami secara utuh.
Allah memberitahukan asal usul kita sebagai manusia.
Ayat ini memberitahukan agar kita tidak merasa bisa, berdaya, berkuasa, kita diciptakan bukan mahluk yang pertama, ada mahluk lain yang sudah diciptakan, malaikat, iblis. Iblis menolak sujud kepada Adam.
QS: 76 : 2 h.578
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ ۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
in~naa kḣolaq•nal-in^saana min nuṭh•fatin amšyaajin nab•taliiHi fa ja′alnaaHu samii′am~ baṣhiiroo
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Kita diciptakan daris etetes air mani yang bercampur dengan sel telur. Diciptakan kita untuk diuji. Dengan perintah dan larangan.
Hidup adalah ujian, jadi orang kaya, miskin, petani, pejabat, semua adalah ujian. Nikmat dan musibah adalah ujian.
Allah memberikan perangkat untuk dijadikan pemahaman terhadap ujian. Kita tidak dibiarkan. Diberikan pendengaran lalu diberikan penglihatan. Addinnu annasihah. Agama itu nasihat, jadi banyak2 lah mendengar.
Bashiro melihat untuk memahami lalu diamalkan. Beda dengan nadhiro, Melihat biasa saja.
QS: 76 : 3 h.578
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا
in~naa HadainaaHus-sabiila im~maa šyaakirow wa im~maa kafuuroo
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
Setelah diberi pendengaran dan penglihatan lalu diberi petunjuk. Ayat ini sejalan dengan ihdinashorothol mustaqiim.
Rosulullah gambar segi empat. Kemudian diberi garis lagi di tengah menjulur keluar. Jalan yang ditengah ini adalah jalan Islam. Kiri kanannya ada garis lagi. Itu adalah jalan tikungan ke kiri dan ke kanan diujung garis kotak itulah kematian. Jalan Islam itu banyak aral melintang tidak mulus, ada ujian jabatan, wanita, harta dll. Garis diluar batas kotak itulah keinginan. Manusia g pernah berhenti dari keinginan. Dan ujiannya yaitu untuk menpaki jalan Islam jangan berpaling dari Islam.
im~maa šyaakirow wa im~maa kafuuroo :
Syakiron bersyukur. Sedikit yang mau bersyukur. Kafir sedikit kafirnya. Kafooroo banyak kafirnya.
Syukur itu sulit. Sedikit hamba yang bersyukur. Sabar lebih mudah daripada bersyukur. Sabar ada unsur terpaksa. Anak meninggal, terpaksa sabar. Kalau syukur harus dengan penuh kesadaran.
Bersyukur itu sulit, maka kita harus perhatian harus ada perjuangan untuk bersyukur.
Inilah pembagian manusia dalam hidup adalah yang bersyukur ada yang kafir.
Kafaro artinya tertutup. Kafir orang yang mata hatinya tertutup. Orang kafir Quraisy tau Allah sebagai pencipta tapi mereka menutup diri, tidak mau bersyukur.
QS: 76 : 4 h.578
اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا
in~naaaaa a′tad•naa lil-kaafiriina salaasila wa aghlaalaw wa sa′iiroo
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.
in~naaaaa a′tad•naa karena sudah diberi pendengaran, penglihatan maka kita belajar sepanjang hayat, lalu Allah menyiapkan balasan bagi yang kafir, rantai , salaasil,diikat kakinya dan belenggu borgol tangannya digantungkan di lehernya. Hal ini adalah untuk.menghinalan orang-orang kafir.
Berbeda dengan orang beriman dibalas dengan penuh penghormatan.
Itu akan menuju kehidupan yang kekal penuh dengan adzab,dan ketika masuk neraka disediakan berbagai adzab, ketika kulitnya sudah gosong akan diganti dengan kulit yang baru agar merasakan adzannya Allah. Ayat seperti ini perlu kita baca agar senantiasa kita bisa beramal Sholeh.
QS: 76 : 5 h.578
اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوْرًا ۚ
in~nal-ab•rooro yašyrobuuna minḡ~ ka`sinḡ~ kaana mizaajuHaa kaafuuroo
Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,
Al abror adalah orang mukmin yang taat kepada Allah dan mengikhlaskan ibadahnya hanya kepada Allah. Balasan buat mereka diberi minuman yang terus menerus, tidak hanya sesaat, yang campuran minumannya kafooroo, minuman yang harum dan lezat rasanya, keluar dari sumber mata air.
Kaidah fikih : menolak mafsadat harus lebih diprioritaskan daripada mengambil maslahat.
Kalau di depan kita ada proyek yang ada mafsadat dan maslahat maka sesuai kaidah jangan diambil.
Bersambung …..
QS: 76 : 6 h.579
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللّٰهِ يُفَجِّرُوْنَهَا تَفْجِيْرًا
ainay yašyrobu biHaa ′ibaadullooHi yufajjiruunaHaa tafjiiroo
(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
′ibaadullooHi, orang yang terbaik. Sumber mata air bisa dialirkan ke tempat yang diinginkan oleh ′ibaadullooHi. Ini menandakan nikmat surga.
Diantara hiasan rumah orang kaya di dunia ada air mancur, di surga disiapkan oleh Allah. Rosulullah hidup di alam tandus, tapi menceritakan surga ini sebagai bukti bahwa Al Qur’an adalah firman Allah.
Diingatkan surga agar kita semangat beribadah.
QS: 76 : 7 h.579
يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهٗ مُسْتَطِيْرًا
yuufuuna bin~nadżri wa yakḣoofuuna yaumanḡ~ kaana šyarruHuu mustaṭhiiroo
Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
′al abror dulu menepati nazarnya.
Nadzar mewajibkan sesuatu yang tidak wajib. Tidak boleh bernadzar pada hal hal yang sudah diwajibkan oleh Allah. Inilah sifat Al abror yang memenuhi nadzarnya.
Hukum nadzar adalah makruh. Orang yang kikir. Lakukan saja perintah2 Allah ini yang tidak diwajibkan, karena yang diwajibkan sudah pasti harus dilaksanakan.
Al abror orang yang senantiasa menjaga kewajiban. Jangan tertipu, yang Sunnah diperhatikan tapi yang wajib tidak diperhatikan.
Amal2 Sunnah untuk menutup kekurangan yang wajib. Nafilah tambalan,
mustaṭhiiroo ada dimana mana. Adzab ada dimana-mana. Dengan melihat adzab Allah kita tidak akan berat melaksanakan ujian Allah.
Pertanyaan :
Kafir, seperti apa yang disebut kafir? Belenggu sampai kapan?
Kafir adalah kafir yang menolak rububiyah dan uluhiyah. Tidak mau menjadikan Allah sebagai Tuhan. Pilih jalan lain selain Islam.
Belenggu di dalam neraka selama lamanya. Tidak ada batas tertentu.
Beda dengan orang mukmin yang berdosa belum taubat kemudian meninggal maka masuk neraka sesuai masa nya lalu akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Tapi ketika seseorang meninggal belum bertobat tapi punya anak Sholeh yang mendoakan orangtuanya boleh jadi Allah mengampuni dosanya. Karena itu kita tidak boleh suudzon kepada pelaku maksiat karena bisa jadi ia diampuni karena doa anak Sholeh.
Ada 2 kafir, keluar dari Islam/ kafir akidah dan kafir amali. Orang muslim yang memerangi orang muslim yang lain / Kafir nikmat.
Bersambung …
QS: 76 : 8 h.579
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
wa yuṭh•′imuunaṭh-ṭho′aama ′alaa ḥubbiHii miskiinaw wa yatiimaw wa asiiroo
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,
QS: 76 : 9 h.579
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا
in~namaa nuṭh•′imukum liwaj-HillaaHi laa nuriidu minḡ~kum jazaaaaa-aw wa laa šyukuuroo
(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
.
.
QS: 76 : 14 h.579
وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا
wa daaniyatan ′alaiHim ẓhilaaluHaa wa dżullilat quṭhuufuHaa tadżliilaa
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
QS: 76 : 15 h.579
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرَا۠
wa yuṭhoofu ′alaiHim~ bi`aaniyatim~ min^ fiḍh·ḍhotiw wa akwaabinḡ~ kaanat qowaariiroo
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,
QS: 76 : 16 h.579
قَوَارِيْرَا۟ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوْهَا تَقْدِيْرًا
qowaariiro min^ fiḍh·ḍhotinḡ~ qoddaruuHaa taq•diiroo
kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).
QS: 76 : 17 h.579
وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلًا ۚ
wa yusqouna fiiHaa ka`sanḡ~ kaana mizaajuHaa zan^jabiilaa
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
QS: 76 : 18 h.579
عَيْنًا فِيْهَا تُسَمّٰى سَلْسَبِيْلًا
ainan^ fiiHaa tusam~maa salsabiilaa
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.
QS: 76 : 19 h.579
۞ وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَ ۚ اِذَا رَاَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنْثُوْرًا
wa yaṭhuufu ′alaiHim wildaanum~ mukḣolladuun‚ idżaa ro-aitaHum ḥasib•taHum lu`lu-am~ man^tṡuuroo
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
QS: 76 h.579
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
wa idżaa ro-aita tṡam~ma ro-aita na′iimaw wa mulkanḡ~ kabiiroo
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Link kajian di YouTube hari ini :

