*_Yuk, Hadiri Kajian Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 27 Juli 2024 / 21 Muharram 1445 H*

🎯 * Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Jinn (2)*

🎙️ *Pembicara : Ust. Arinal Haq Munir, Lc.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 28 Juli 2024 /22 Muharram 1446 H*

🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Sejarah Perkembangan Ilmu Hadits*

🎙️ *Pembicara : Ust. Dr. Abdul Hamid, MA.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

🎯 * Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Jinn (2)*

🎙️ *Pembicara : Ust. Arinal Haq Munir, Lc.*

Link bagian 1 :

Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Jinn

 

Apabila ada orang berkumpul di dalam rumah allah lalu mengkaji kitab Allah maka akan turun sakinah kepada hati mereka, diliputi kasih sayang Allah, Malaikat akan bergabung dan mendoakan yang hadir, dan Allah menyebut2 mereka, mengabsen, Allah banggakan di hadapan malaikat.

Surat yang membahas mahluk gaib yang memiliki kewajiban yang sama dengan manusia, diliputi aturan yang kelak akan dihisab.

Nabi bersama sahabat sedang menuju ke pasar, di tengah jalan tiba waktu sholat subuh lalu sholat disitu. Kebiasaan jin suka menguping ahli langit. Supaya mereka sampaikan kepada patnernya di dunia yaitu para dukun dan ditambahkan info.

Setelah nabi diutus dan Wahyu turun langit dijaga ketat oleh malaikat agar tidak menguping para ahli langit. Akhirnya mereka menghubungi iblis agar mencari info, sampailah mereka ke tempat nabi sedang sholat subuh. Terketuk hati mereka atas bacaan Alquran yang dibaca nabi.

.QS: 72 Al jinn : 6 h.572
وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا ۖ
wa an~naHuu kaana rijaalum~ minal-in^si ya′uudżuuna birijaalim~ minal-jin~ni fa zaaduuHum roHaqoo
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

Meminta perlindungan kepada jin malah tambah ditakut-takuti. Dahulu jin takut kepada manusia, tetapi setelah itu manusialah yang merasa takut. Maka jin yang tambah berani.

Padahal Inna kaida syaitoni …. Tipudaya syaithon itu lemah. Takutlah kepada Allah jangan takut kepada jin.

Nabi mengajarkan : audzubikalimati …

Hadits dari abu hurairoh : kalau diucapkan adzan maka setan itu kabur terkentutkentut, tapi kalau adzannya selesai mereka balik lagi, kalau qomat dikumandangkan maka kabur lagi, kalau qomatnya selesai datang lagi untuk membisiki orang yang sedang sholat. Mengganggu sholat.

Umar bin Khotib lewat suatu jalan maka setan pindah ke jalan lain. Beliau orang berani, tidak takut kepada setan hanya takut kepada Allah.

Abu hurairoh menjaga harta zakat. Ada maling, lalu ditangkap. Karena melas2 maka dilepas. Lalu besoknya diberitahu oleh nabi bahwa setan akan balik lagi. Sampai malam ketiga masih datang, dan ditangkap. Setan memberitahu kalau hendak tidur bacalah ayat kursi. Kata nabi dia pembohong tapi yang dikatakannya benar. Setan menyerupai manusia adalah posisi terlemah dia. Karena bukan dimensi dia.

Jin tidak ditundukan kepada manusia setelah nabi Sulaiman. Andai ada orang yang mengaku bisa mengendalikan jin maka bisa jadi dusta atau dia mengabdi kepada jin.

Jadi kita cukup berlindung kepada Allah saja.

QS: 72 : 7 h.572
وَّاَنَّهُمْ ظَنُّوْا كَمَا ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّبْعَثَ اللّٰهُ اَحَدًا ۖ
wa an~naHum ẓhon~nuu kamaa ẓhonan^tum al lay yab•′atṡallooHu aḥadaa
Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).

Ada 2 kemungkinan :

1. Ada yang mengira tidak ada hari kebangkitan. Hidup ini selesai setelah kematian.  Dengan hari kebangkitan maka keadilan akan ditegakan. Ketika di dunia orang tidak memperoleh keadilan maka akan diperoleh di akhirat.

2. Mereka mengira Allah tidak akan mengutus rosul lagi. Maka ketika nabi muncul mereka mengingkari.

 

QS: al Jinn  72  : 8 h.572
وَّاَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاۤءَ فَوَجَدْنٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَّشُهُبًا ۖ
wa an~naa lamasnas-samaaaaa-a fa wajad•naaHaa muli-at ḥarosan^ šyadiidaw wa šyuHubaa
Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

Lamasnas sama .. menyentuh. Mereka mempunyai kemampuan terbang.

Tapi langit dijaga para malaikat sehingga Alquran yang akan disampaikan kepada nabi tetap murni tidak ada tambahan tambahan.

Karena kebiasaan setan menambah2 info dari langit.

Bintang2 : menghiasi langit, sebagai panah api yang akan menghajar setan2 yang mencari2 info langit, menjadi petunjuk bagi manusia di bumi.

Maka ketika jin mendengar bacaan Qur’an nabi saat sholat subuh tersebut mereka tertarik dan masuk Islam.

Ini menghibur nabi bahwa kalaupun ada manusia yang menolak dakwah tetapi ada kelompok lain yang menerima, yaitu dari kalangan jin.

Ini sepulang dari Thoif ketika nabi ditolak warga Thoif, nabi dalam keadaan sedih, dan Allah menghibur dengan masuk Islamnya para jin.

QS: 72 : 9 h.572
وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَابًا رَّصَدًا ۖ
wa an~naa kun~naa naq•′udu min-Haa maqoo′ida lis-sam′‚ fa may yastami′il-aana yajid laHuu šyiHaabar roṣhodaa
dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

Dulu para jin bisa mencuri2 berita langit maka sekarang tidak bisa karena dijaga dan akan dikenai panah2 api dan akan membakarnya.

Iblis dendam kepada manusia sejak disuruh sujud kepada nabi Adam. Sehingga akan menyesatkan manusia.

Kisah ahli ibadah yang digoda syetan sampai matinya (berzina, membunuh, bersujud kepada syetan)  : ditafsirkan dalam surat Al hasyr : Hukuman keduanya adalah di neraka baik yang digoda maupun yang menggoda.

Pertanyaan: bagaimana membedakan mimpi dari setan atau dari Allah. Dari Allah biasanya mimpi baik, indah.  Dari syetan biasanya mimpi buruk, yang menakutkan, atau mimpi untuk mengadu domba, dikejar binatang dsb. Mimpi bisa dari hal rutinitas sehari2 dari pribadinya. Mimpi buruk jangan diceritakan kepada siapapun, lupakan.

Kalau mimpi baik boleh diceritakan ke keluarga terdekat.

Kalau mimpi ketemu orangtua. Ruh bisa bertemu dalam mimpi.

Tidak ada kewajiban Da’wah kepada para jin. Kecuali ada orang kerasukan lalu dirukyah, dan jinnya kafir maka bisa didakwahi.

Link YouTube :

Link Instagram :

https://www.instagram.com/masjidbaitulhaqpurigading/live/17980185974583697

Lanjut … Ayat 10. 

QS: 72 : 10 h.572
وَّاَنَّا لَا نَدْرِيْٓ اَشَرٌّ اُرِيْدَ بِمَنْ فِى الْاَرْضِ اَمْ اَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ۙ
wa an~naa laa nad•riiiii ašyarrun uriida biman^ fil-arḍhi am arooda biHim robbuHum rošyadaa
Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.

QS: 72 : 11 h.572
وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَ ۗ كُنَّا طَرَاۤىِٕقَ قِدَدًا ۙ
wa an~naa min~naṣh-ṣhooliḥuuna wa min~naa duuna dżaalik‚ kun~naa ṭhorooooo-iqo qidadaa
Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

QS: 72 : 12 h.572
وَّاَنَّا ظَنَنَّآ اَنْ لَّنْ نُّعْجِزَ اللّٰهَ فِى الْاَرْضِ وَلَنْ نُّعْجِزَهٗ هَرَبًا ۖ
wa an~naa ẓhonan~naaaaa al lan nu′jizallooHa fil-arḍhi wa lan nu′jizaHuu Harobaa
Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.

QS: 72 : 13 h.572
وَّاَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدٰىٓ اٰمَنَّا بِهٖ ۗ فَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِرَبِّهٖ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَّلَا رَهَقًا ۖ
wa an~naa lam~maa sami′nal-Hudaaaaa aaman~naa biH‚ fa may yu`mim~ birobbiHii fa laa yakḣoofu bakḣsaw wa laa roHaqoo
Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.

QS: 72 : 14 h.573
وَّاَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقَاسِطُوْنَ ۗ فَمَنْ اَسْلَمَ فَاُولٰۤىِٕكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
wa an~naa min~nal-muslimuuna wa min~nal-qoosiṭhuun‚ fa man aslama fa ulaaaaa-ika taḥarrou rošyadaa
Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.

QS: 72 : 15 h.573
وَاَمَّا الْقَاسِطُوْنَ فَكَانُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا ۙ
wa am~mal-qoosiṭhuuna fa kaanuu lijaHan~nama ḥaṭhobaa
Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam.”

QS: 72 : 16 h.573
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًا ۙ
wa al lawistaqoomuu ′alaṭh-ṭhoriiqoti la-asqoinaaHum~ maaaaa-an ghodaqoo
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.

QS: 72 : 17 h.573
لِّنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗ وَمَنْ يُّعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهٖ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا ۙ
linaftinaHum fiiH‚ wa may yu′riḍh ′an^ dżikri robbiHii yasluk-Hu ′adżaaban^ ṣho′adaa
Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.

QS: 72 : 18 h.573
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًا ۖ
wa an~nal-masaajida lillaaHi fa laa tad•′uu ma′allooHi aḥadaa
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.

QS: 72 : 19 h.573
وَّاَنَّهٗ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللّٰهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًا ۗ
wa an~naHuu lam~maa qooma ′ab•dullooHi yad•′uuHu kaaduu yakuunuuna ′alaiHi libadaa
Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.

QS: 72 : 20 h.573
قُلْ اِنَّمَآ اَدْعُوْا رَبِّيْ وَلَآ اُشْرِكُ بِهٖٓ اَحَدًا
qul in~namaaaaa ad•′uu robbii wa laaaaa ušyriku biHiiiii aḥadaa
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”

QS: 72 : 21  h.573
قُلْ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
qul in~nii laaaaa amliku lakum ḍhorrow wa laa rošyadaa
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”

QS: 72 : 22 h.573
قُلْ اِنِّيْ لَنْ يُّجِيْرَنِيْ مِنَ اللّٰهِ اَحَدٌ ە ۙ وَّلَنْ اَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا ۙ
qul in~nii lay yujiironii minallooHi aḥaduw wa lan ajida min^ duuniHii multaḥadaa
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.

QS: 72 : 23 h.573
اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖ ۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗ
illaa balaaghom~ minallooHi wa risaalaatiH‚ wa may ya′ṣhillaaHa wa rosuulaHuu fa in~na laHuu naaro jaHan~nama kḣoolidiina fiiHaaaaa abadaa
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

QS: 72 : 24 h.573
حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ فَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ اَضْعَفُ نَاصِرًا وَّاَقَلُّ عَدَدًا ۗ
ḥattaaaaa idżaa ro-au maa yuu′aduuna fa saya′lamuuna man aḍh′afu naaṣhirow wa aqollu ′adadaa
Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.

QS: 72 : 25 h.573
قُلْ اِنْ اَدْرِيْٓ اَقَرِيْبٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ اَمْ يَجْعَلُ لَهٗ رَبِّيْٓ اَمَدًا
qul in ad•riiiii a qoriibum~ maa tuu′aduuna am yaj•′alu laHuu robbiiiii amadaa
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama.”

QS: 72 : 26 h.573
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًا ۙ
aalimul-ghoibi fa laa yuẓh-Hiru ′alaa ghoibiHiiiii aḥadaa
Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.

QS: 72 : 27 h.573
اِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُوْلٍ فَاِنَّهٗ يَسْلُكُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ رَصَدًا ۙ
illaa manirtaḍhoo mir rosuulin^ fa in~naHuu yasluku mim~ baini yadaiHi wa min kḣolfiHii roṣhodaa
Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.

QS: 72 : 28 h.573
لِّيَعْلَمَ اَنْ قَدْ اَبْلَغُوْا رِسٰلٰتِ رَبِّهِمْ وَاَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَاَحْصٰى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
liya′lama anḡ~ qod ab•laghuu risaalaati robbiHim wa aḥaaṭho bimaa ladaiHim wa aḥṣhoo kulla šyai-in ′adadaa
Agar Dia mengetahui bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

.

.

.

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *