*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 4 April 2026 / 15 Syawal 1447 H*

🎯 *Kajian Tematik : Enam Permintaan Rasulullah SAW. Kepada Umatnya*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Burhanuddin, Lc., MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 5 April 2026 / 16 Syawal 1447 H*

🎯 *Kajian Tafsir Hadits : Kenapa Perlu Selalu Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum ?*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Tafsir Hadits : Kenapa Perlu Selalu Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum ?*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA.*

Link kajian sebelumnya : 

Kajian Tafsir Hadits : Bagaimana Persiapan Keluarga Kita Menyambut Ramadhan ?

Setelah menuntaskan ramadhan, kita saling mengucapkan doa :

Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum

Semoga Allah menerima dari kami dan dari engkau, amal Sholeh, ibadah kita.

Kenapa Perlu Selalu Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum?

1. Berharap semoga Allah selalu menerima amal ibadah kita. Diantara doa yang diajarkan allahumma ini as aluka Ilman nafian warizkon thoyiban waamalan mutaqobbalan. “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

2. Tradisi para sahabat ketika mereka bertemu pada hari raya idul fitri mereka saling mengucapkan doa Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum

Walaupun hadits ini sanadnya dhoif, lemah, tetapi Al imam Ibnu hajar Al asqolani, dalam kitab Fathul bari, Syarah shahih Bukhari. Beliau mendapatkan derajat hasan dari perawi lain. “Adalah para sahabat ketika bertemu pada hari raya mereka saling mengucapkan Taqabbalallaahu Minnaa wa Minka.” 

Ketika ada hadits dhoif lalu ada riwayat lain derajatnya Hasan maka Amalan ini amalan yang luwes dan luas.

Di indonesia ditambah : Minal aidin walfaidzin. Semoga Allah jadikan kita orang yang kembali suci. Mendapat ampunan dari Allah. Ditambah lagi mohon maaf lahir dan batin.

Apakah hanya di bulan Syawal meminta maaf, tentu tidak.

QS Ali Imran : 133-134

QS: 3 : 133 h.67
۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْض ۙ ُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْن ۙ َ
wa saari′uuuuu ilaa maghfirotim~ mir robbikum wa jan~natin ′arḍhuHas-samaawaatu wal-arḍhu u′iddat lil-muttaqiiiin
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

QS: 3 : 134 h.67
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۚ
alladżiina yun^fiquuna fis-sarrooooo-i waḍh-ḍhorrooooo-i wal-kaaẓhimiinal-ghoiẓho wal-′aafiina ′anin~naas‚ wallooHu yuḥibbul-muḥsiniiiin
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,

Sebanyak apapun amal kita di bulan romadhon jangan merasa sempurna, jangan sombong.

Doa ini ‘Taqabbalallaahu Minnaa wa Minka’ mengingatkan akan kekhawatiran amal kita tidak diterima, doa ini berharap agar amal kita diterima oleh Allah.

Kalau seseorang sudah merasa hebat, sombong dengan amal Sholehnya maka sangat berbahaya untuk kita.

Berapa sih amal kita di bulan ramadhan? QS 2 : 127

QS: 2 : 127 h.20
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُ ۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa idż yarfa′u ib•rooHiimul-qowaa′ida minal-baiti wa ismaa′iil‚ robbanaa taqobbal min~naa‚ in~naka an^tas-samii′ul-′aliiiim
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Jadi nabi Ibrahim saja masih berdoa agar amalnya diterima. 

Ulama tabiutabiin, uhaib Ibnul warrad   ketika membaca ayat ini menangis, beliau mengatakan : engkau wahai kholilirrohman, kekasih Allah, telah meninggikan rumah Allah masih khawatir tidak diterima amalmu oleh Allah. Bagaimana dengan kita?

Ketika selesai sholat, tiang agama, amalan pertama yang akan dihisab, penentu seseorang masuk surga atau neraka, tapi begitu kita menyelesaikannya kita diajarkan untuk istighfar 3x. Tidak diajarkan mengucapkan Alhamdulillah. Meskipun kita selesai menuntaskan sholat, tetap kita masih harus memohon ampun kepada Allah.

QS addzariyat : 18-19

QS: 51 : 18 h.521
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa bil-as-ḥaari Hum yastaghfiruuuun
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).

QS: 51 : 19 h.521
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
wa fiiiii amwaaliHim ḥaqqul lis-saaaaa-ili wal-maḥruuuum
Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.

Di bulan ramadhan ketika kita bangun saat mendengar adzan subuh, kita merasa kesiangan, sebaliknya di luar bulan ramadhan kita merasa kepagian.

Diantara ciri diterima amal kita, tetap kita merasa kecil, merasa sedikit amal yang kita lakukan. 

QS AL MUKMINUN 23  :  60 – 61

QS: 23 : 60 h.346
وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ
walladżiina yu`tuuna maaaaa aataw wa quluubuHum wajilatun an~naHum ilaa robbiHim rooji′uuuun
dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,

Siti Aisyah Ra. Bertanya kepada nabi, ya rosulullah, apakah mereka yang sehari2nya suka maksiat sehingga hati mereka takut? tidak wahai bintu shiddik, maksud Ayat ini mereka yang kesehariannya rajin beribadah tapi mereka masih khawatir tidak diterima amalnya.

QS: 23 : 61 h.346
اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ
ulaaaaa-ika yusaari′uuna fil-kḣoirooti wa Hum laHaa saabiquuuun
mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

Sehingga kita harus tetap beramal sebagaimana dibulan ramadhan walaupun intensitas serta kuantitasnya berbeda.  Mari kita Fastabiqul Khoirot berlomba2 dalam melakukan kebaikan. 

Inilah pentingnya kita mengucapkan doa

Taqabbalallaahu Minnaa wa Minka. 

Semoga kita dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan di tahun-tahun berikutnya.

Wallahu ‘alam bisshowaab.

Link kajian hari ini : 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *