*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 22 Februari 2025 / 23 Sya’ban 1446 H*
🎯 *Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muzzammil*
🎙️ *Pembicara : Ust. Muhammadun, Lc., MA.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 23 Februari 2025 / 24 Sya’ban 1446 H*
🎯 *Kajian Tsaqofah Islamiyah : Targhib dalam Cerita Hadits*
🎙️ *Pembicara : Ust. Dr. Abdul Hamid, Lc., MA.*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
🎯 *Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz 29 : Surat Al Muzzammil*
🎙️ *Pembicara : Ust. Muhammadun, Lc., MA.*
Barang siapa sholat subuh, maka akan dijamin kehidupannya oleh Allah SWT.
Termasuk salah satu sholat yang diberi keistimewaan tersendiri, disaksikan oleh para malaikat.
HR BUKHORI : orang yang diinginkan oleh Allah kebaikannya, tanda tandanya dipahamkan dalam urusan ilmu agama. Tolabul Ilmi ini dalamrangka pemahaman kita terhadap agama.
Surat Al Muzzammil :
Urutan diturunkannya termasuk surat yang awal2 diturunkan. Turun sesudah surat Al ‘alaq. Merupakan petunjuk rosul saat memulai dakwahnya.
QS: 73 AL MUZZAMMIL : 1 h.574
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ۙ
yaaaaa ayyuHal-muzzam~mil
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
Allah tidak memanggil nama nabi, karena rosul sedang berselimut tidur dimalam hari. Dipanggil sesuai kondisi.
Tradisi di arab kalau memanggil sesuai kondisi orang yang dipanggil maka adalah panggilan kasih sayang.
Pernah terjadi perselisihan dalam rumahtangga Ali dan fatimah. Fatimah meminta pembantu, tapi Ali adalah fakir. Akhirnya Ali ngambek. Tidur di lantai tanah. Rosul datang memanggil ya aba turob (wahai orang yang tidur di atas tanah) ini adalah panggilan kasih sayang.
Pelajaran : orang yang mengajak dalam berdakwah gunakanlah panggilan yang menyenangkan kepada orang yang diajak.
QS: 73 : 2 h.574
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًا ۙ
qumil-laila illaa qoliilaa
Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
Diantara manhaj dakwah yang tak kalah pentingnya dari pemahaman ilmu.
Iqro media untuk mendapatkan ilmu.
Bila kiyamul lail ringkih, ruhaniahnya kering, maka ilmu yang dimiliki seseorang akan kering, tidak berbuah. Kiyamulail adalah menyiram ilmu. Ilmu yang kering ketika diajarkan maka tidak akan berbuah, tidak diterima dengan baik oleh orang yang diajari.
Penguatan ruhani dengan kiyamulail.
Illa qolila, jangan semalam suntuk.
Ada 3 sahabat ingin melihat ibadahnya nabi dan bertemu Aisyah lalu mereka menceritakan ibadahnya masing masing :
1 orang qiyamulail sepanjang malam, 1 orang puasa setiap hari, satu orang tidak mau beristri. Rosul keluar, dan berkata, saya yang paling bertakwa, saya qiyamulail dan tidak sepanjang malam, saya kadang puasa kadang tidak dan saya menikah, maka siapa yang tidak ikut sunnahku maka bukan kaumku.
Allah pernah mewajibkan qiyamulail. Qiyamulail hanya wajib bagi rosul, Sunnah untuk umatnya. Qiyamulail Masih disunahkan walaupun dalam kondisi safar. Beda dengan Sunnah rowatib, boleh dilakukan atau tidak dilakukan ketika Safar. Jadi kedudukan kiyamulail lebih tinggi dari rowatib.
Kiyamulail lebih dulu diperintahkan daripada solat wajib. Sholat wajib disyariatkan saat Isro mi’raj.
Boleh separuh malam, atau sepertiga malam. Waktunya fleksibel.
Kiyamulail sesudah bakdiyah isya sebelum sholat subuh. Kalau Sesudah tidur qiyamulail yang tahajud.
Sebagian ulama berpendapat tidak sebatas sholat tapi termasuk membaca Qur’an.
Dari Aisyah Ra : sy itu belum pernah melihat kiyamulail rosululloh baik di Romadon maupun diluar Romadon melebihi 11 rokaat. (Pernyataan Aisyah)
Qiyamulail tidak ada batasan rokaat.
Sholatul laili, sholat malam itu dua rokaat dua rokaat dan dirasa subuh sudah dekat maka tutup dengan witir satu rokaat.
Rokaat rosul walaupun 11 tapi bacaannya panjang. Kalau punya hapalan banyak baiknya sedikit rokaat tapi bacaan yang panjang. Kalau hafalannya pendek maka perbanyak rokaatnya. Kalau sholat ingin panjang maka sambil membaca Al Qur’an dibolehkan sebagaimana Aisyah membolehkan budaknya sholat dengan membaca Qur’an.
QS: 73 : 3 h.574
نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًا ۙ
niṣhfaHuuuuu awinḡ~quṣh min-Hu qoliilaa
(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
QS: 73 : 4 h.574
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًا ۗ
au zid ′alaiHi wa rottilil-qur`aana tartiilaa
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
Bacalah Al-Qur’an perlahan supaya bisa mentadaburi maknanya. Ketika sholat kita memahami maknanya. Kita tingkatkan hafalan kita dengan memahami tafsirnya atau minimal terjemahnya.
QS: 73 : 5 h.574
اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا
in~naa sanulqii ′alaika qoulan^ tṡaqiilaa
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
Allah memerintah qiyamulail memiliki maksud, yaitu karena Allah akan menurunkan perkataan yang berat yaitu Al Qur’an. Allah memerintahkan jangan melupakan Alquran. Tugas membumikan Alquran itu berat.
Bila orang qiyamulail ya baik maka akan semakin baik.
Setelah Al Muzammil (qiyamulail) lalu Al Mudatsir (qiyamunnahar/bangun di siang hari). Kalau qiyamulail kuat maka qiyamunaharnya akan kuat. Kalau ruhiyahnya kuat maka fisiknya akan kuat.
Jadi Allah telah menyiapkan kekuatan ruhiyan nabi untuk berdakwah sejak awal.
Menghadapi fitnah dunia ini maka perkuat ruhiyah kita Denga qiyamulail.
PERTANYAAN :
QS: 73 : 6 h.574
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًا ۗ
in~na naašyi-atal-laili Hiya ašyaddu waṭh•-aw wa aq•wamu qiilaa
Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.
QS: 73 : 7 h.574
اِنَّ لَكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًا ۗ
in~na laka fin~naHaari sab-ḥan^ ṭhowiilaa
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
QS: 73 : 8 h.574
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًا ۗ
wadżkurisma robbika wa tabattal ilaiHi tab•tiilaa
Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
QS: 73 : 9 h.574
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا
robbul-mašyriqi wal-maghribi laaaaa ilaaHa illaa Huwa fattakḣidż-Hu wakiilaa
(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
QS: 73 : 10 h.574
وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا
waṣhbir ′alaa maa yaquuluuna waHjur-Hum Haj•ron^ jamiilaa
Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
QS: 73 : 11 h.574
وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا
wa dżarnii wal-mukadżdżibiina ulin~na′mati wa maHHil-Hum qoliilaa
Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
QS: 73 : 12 h.574
اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًا ۙ
in~na ladainaaaaa anḡ~kaalaw wa jaḥiimaa
Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
QS: 73 : 13 h.574
وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا
wa ṭho′aaman^ dżaa ghuṣhṣhotiw wa ′adżaaban aliimaa
dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
QS: 73 : 14 h.574
يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا
yauma tarjuful-arḍhu wal-jibaalu wa kaanatil-jibaalu katṡiibam~ maHiilaa
(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
QS: 73 : 15 h.574
اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ە ۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ
in~naaaaa arsalnaaaaa ilaikum rosuulan^ šyaaHidan ′alaikum kamaaaaa arsalnaaaaa ilaa fir′auna rosuulaa
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun.
QS: 73 : 16 h.574
فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًا ۚ
fa ′aṣhoo fir′aunur-rosuula fa akḣodżnaaHu akḣdżaw wabiilaa
Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
QS: 73 :17 h.574
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًا ۖ
fa kaifa tattaquuna inḡ~ kafartum yaumay yaj•′alul-wildaana šyiibaa
Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
QS: 73 : 18 h.574
ۨالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖ ۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا
as-samaaaaa-u mun^faṭhirum~ biH‚ kaana wa′duHuu maf′uulaa
Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.
QS: 73 : 19 h.574
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
in~na HaadżiHii tadżkiroH‚ fa man šyaaaaa-attakḣodża ilaa robbiHii sabiilaa
Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
QS: 73 : 20 h.575
۞ اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَ ۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِ ۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰى ۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙ وَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙ هُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًا ۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
in~na robbaka ya′lamu an~naka taquumu ad•naa min^ tṡulutṡayil-laili wa niṣhfaHuu wa tṡulutṡaHuu wa ṭhooooo-ifatum~ minalladżiina ma′ak‚ wallooHu yuqoddirul-laila wan~naHaar‚ ′alima al lan^ tuḥṣhuuHu fa taaba ′alaikum faq•ro`uu maa tayassaro minal-qur`aan‚ ′alima an^ sayakuunu minḡ~kum~ marḍhoo wa aakḣoruuna yaḍhribuuna fil-arḍhi yab•taghuuna min^ faḍhlillaaHi wa aakḣoruuna yuqootiluuna fii sabiilillaaHi faq•ro`uu maa tayassaro min-Hu wa aqiimuṣh-ṣholaata wa aatuz-zakaata wa aq•riḍhullooHa qorḍhon ḥasanaa‚ wa maa tuqoddimuu li-an^fusikum~ min kḣoirin^ tajiduuHu ′in^dallooHi Huwa kḣoirow wa a′ẓhoma aj•roo‚ wastaghfirullooH‚ in~nallooHa ghofuurur roḥiiiim
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Link YouTube kajian hari ini :
Link Instagram :
https://www.instagram.com/masjidbaitulhaqpurigading/live/18025898465644713?igsh=MXE3MHNrYzB0NnVnbw==


