*_Yuk, Hadiri Kajian Shubuh Spesial Muharram…_*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Selasa 16 Juni 2026/ 1 Muharram 1448 H*
🎯 *Tema Kajian : “Tahun Baru, Momentum Kembali Mengenang dan Menyuburkan Nikmat Allah Ta’ala”*
🎙️ *Pembicara : Ust. Rahmat Puteh, Lc., MA.*
======= ======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Tema Kajian : “Tahun Baru, Momentum Kembali Mengenang dan Menyuburkan Nikmat Allah Ta’ala”
🎙️ *Pembicara : Ust. Rahmat Puteh, Lc., MA.*
Hari ini 1 muharrom 1448 H, rosulullah saw saat haji wada, beliau berkhutbah yang panjang, 1 point penting : sesungguhnya zaman, sungguh telah berjalan seperti semula sejak asalnya, sejak diciptakan langit dan bumi oleh Allah SWT, satu tahun itu 12 bulan, (at-taubah : 36) dari 12 bulan tsb ada 4 bulan dzulkoidah, Dzulhijjah, Muharram dan rojab, rojab mudhor. Dari hadits ini menunjukkan nabi ingin mengembalikan sesuatu kepada asal, tentang waktu.
Tahun Baru, Momentum Kembali Mengenang dan Menyuburkan Nikmat Allah Ta’ala
Kita harus mengenang nikmat Allah.
Di bulan haram tidak boleh berperang. Sejak sebelum nabi diutus bulan haram itu sudah ada. Mereka orang musyrik sangat menghormati bulan harom. Saat berperangpun kalau tiba bulan harom mereka menghentikan perang.
Khusus bulan harom larangan perang saat ini sudah dimansukh, dihapus. Jihad fisabilillah : Fardu ain dan Fardu kifayah. Kalau diserang maka Fardu ain untuk melawan. Fardu kifayah : perluasan wilayah Islam, tidak semua ikut berperang.
Kaidah naskh mansukh harus diketahui. Dalam Al quran Ayatnya masih ada tapi sudah dimansukh. Contoh : QS Al baqoroh 180 tentang wasiat kepada orang tua. QS: 2 : 180 h.27
كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَا حَضَرَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرًا ۖ ۨالْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ ۗ
kutiba ′alaikum idżaa ḥaḍhoro aḥadakumul-mautu in^ taroka kḣoironil-waṣhiyyatu lil-waalidaini wal-aq•robiina bil-ma′ruuf‚ ḥaqqon ′alal-muttaqiiiin
Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
Wasiat harta kepada orangtua tidak boleh. Karena orangtua adalah ahli waris.
Jangan sholat ketika mabuk. Kalau tidak sholat berarti boleh mabuk. Ayat ini diartikan demikian oleh umat muslim di awal perkembangannya. Ini masih ada ayatnya, tapi dimansukh.
Ada tahapan didalam pensyariatan.
Imam Ali : Celaka dan mencelakakan kalau beramal tapi tidak tahu ilmunya.
Sesuka hati kaum musyrik melakukan perubahan bulan harom. Kalau mau berperang maka digeser bulan haromnya ke bulan berikutnya, kalau tidak mau berperang maka bulan harom sesuai waktunya.
Rosul mengembalikan bulan harom kepada waktunya. Umat Islam harus independen.
Kiblat yang disukai rosulullah bukan ke Baitul maqdis, maka Allah merubah kiblat itu ke arah Ka’bah. Ini salah satu kemandirian Islam. Al baqoroh :144
QS: 2 : 144 h.22
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِ ۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
qod naroo taqolluba waj-Hika fis-samaaaaa`‚ fa lanuwalliyan~naka qib•latan^ tarḍhooHaa fa walli waj-Haka šyaṭh•rol-masjidil-ḥaroom‚ wa ḥaitṡu maa kun^tum fa walluu wujuuHakum šyaṭh•roH‚ wa in~nalladżiina uutul-kitaaba laya′lamuuna an~naHul-ḥaqqu mir robbiHim‚ wa mallooHu bighoofilin ′am~maa ya′maluuuun
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
Nabi Musa berpuasa setelah selamat dari kejaran Fir’aun, kaum yahudi berpuasa tgl 10 muharrom. Kata nabi kami lebih berhak untuk puasa tgl 10 (hari Asyura) itu, untuk membedakan dengan yahudi maka rosul menambah tgl 9 muharrom (hari tasyu’a). Anjuran disandingkan tgl 9, 10 atau 10, 11 berpuasa.
Sejak diciptakan langit dan bumi Allah telah menciptakan waktu at-taubah : 36
QS: 9 : 36 h.192
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ە ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
in~na ′iddatašy-šyuHuuri ′in^dallooHitṡnaa ′ašyaro šyaHron^ fii kitaabillaaHi yauma kḣolaqos-samaawaati wal-arḍho min-Haaaaa arba′atun ḥurum‚ dżaalikad-diinul-qoyyimu fa laa taẓhlimuu fiiHin~na an^fusakum wa qootilul-mušyrikiina kaaaaaffatanḡ~ kamaa yuqootiluunakum kaaaaaffaH‚ wa′lamuuuuu an~nallooHa ma′al-muttaqiiiin
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa/ 6 hari.
Allah tidak lelah QS qof walaqod holaqna…
Karena orang musyrik mengatakan hari ke tujuh Allah istirahat maka dijawab oleh Allah :
QS: 50 : 38 h.520
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ۖ وَّمَا مَسَّنَا مِنْ لُّغُوْبٍ
wa laqod kḣolaq•nas-samaawaati wal-arḍho wa maa bainaHumaa fii sittati ayyaamiw wa maa massanaa mil lughuuuub•
Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.
Awal tahun hijriah dimulai saat hijrahnya nabi Muhammad Saw. (Tidak dimulai dari kelahiran nabi, kematian nabi, atau awal turun Wahyu)
Bagaimana kita merawat, memupuk, mensyukuri nikmat? Allah memberi nikmat kepada manusia sangat sempurna.
Nikmat yang paling utama adalah nikmat fitrah. Fitrah itu adalah Islam.
Kalau 8 milyar penduduk dunia dan dari jumlah itu ada 2 milyar atau 25% umat Islam di dunia saat ini. Inilah yang merawat nikmat. Sementara 75% tidak merawat nikmat itu.
Allah tidak merubah nasib dst. Maa biqoumin (nikmat) Hatta yughoyiru …
Arradu : 11
QS: 13 h.250
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
laHuu mu′aqqibaatum~ mim~ baini yadaiHi wa min kḣolfiHii yaḥfaẓhuunaHuu min amrillaaH‚ in~nallooHa laa yughoyyiru maa biqoumin ḥattaa yughoyyiruu maa bi-an^fusiHim‚ wa idżaaaaa aroodallooHu biqoumin suuuuu-an^ fa laa marodda laH‚ wa maa laHum~ min^ duuniHii miw waaaal
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Al Anfal : 53
QS: 8 : 53 h.184
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۙ
dżaalika bi-an~nallooHa lam yaku mughoyyiron ni′matan an′amaHaa ′alaa qoumin ḥattaa yughoyyiruu maa bi-an^fusiHim wa an~nallooHa samii′un ′aliiiim
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,
Nikmat yang lain adalah nikmat syariat yang telah Allah sempurnakan.
QS Al baqoroh :
Link kajian di youtub hari ini :


