*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 13 Desember 2025 / 22 Jumadil Akhir 1447 H*
🎯 *Kajian Tafsir Tematik : Takdir, Musibah & Adzab Menurut Al-Qur’an*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Atabik Luthfi, MA.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 14 Desember 2025 / 23 Jumadil Akhir 1447 H*
🎯 *Kajian Aqidah & Manhaj Islam : Kemuliaan Tauhid, Jalan Terbesar Menuju Ampunan Allah (Kitab Tauhid – Aqidah Imam Syafi’i)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Ahmad Taqiyuddin, Lc.*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 04.45 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
[email protected]
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
Link kajian sebelumnya :
Kajian Tafsir Tematik : Takdir, Musibah & Adzab Menurut Al-Qur’an*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Atabik Luthfi, MA.*
Takdir : pembatasan.
Umur kita, Rizki kita, bahagia, sengsara dibatasi.
Al Furqon : 2
QS: 25 h.359
ۨالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا
alladżii laHuu mulkus-samaawaati wal-arḍhi wa lam yattakḣidż waladaw wa lam yakul laHuu šyariikun^ fil-mulki wa kḣolaqo kulla šyai-in^ fa qoddaroHuu taq•diiroo
Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
Al qomar : 49
QS: 54 h.530
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
in~naa kulla šyai-in kḣolaq•naaHu biqodar
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Maasshobamimusibatin
Yasir : mudah
Mudah2an bagi Allah mencakup semuanya, tidak ada yang sulit bagi Allah.
Musibah : kejadian atau peristiwa.
Setiap Kejadian sudah Allah tetapkan.
Hadits jibril : apa yang dimaksud dengan iman, Ihsan, Islam.
Ihsan :
Kejadian baik taqdir yang baik, kejadian buruk taqdir yang buruk.
Menurut persepsi manusia : Senang, bahagia dsb taqdir baik. Sedih, celaka dsb taqdir buruk.
Anisa:79
Tidak boleh kita nisbahkan kepada Allah kalau terjadi kejadian buruk.
QS: 4 : 79 h.90
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
maaaaa aṣhoobaka min ḥasanatin^ fa minallooHi wa maaaaa aṣhoobaka min^ sayyi-atin^ fa min nafsik‚ wa arsalnaaka lin~naasi rosuulaa‚ wa kafaa billaaHi šyaHiidaa
Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Al Hadid : 22
QS: 57 h.540
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۖ
maaaaa aṣhooba mim~ muṣhiibatin^ fil-arḍhi wa laa fiiiii an^fusikum illaa fii kitaabim~ minḡ~ qob•li an nab•ro-aHaa‚ in~na dżaalika ′alallooHi yasiiiir
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Al baqoroh : 156
QS: 2 h.24
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ
alladżiina idżaaaaa aṣhoobat-Hum~ muṣhiibaH‚ qooluuuuu in~naa lillaaHi wa in~naaaaa ilaiHi rooji′uuuun
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Merujuk ayat 155
QS: 2 : 155 h.24
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
wa lanab•luwan~nakum~ bišyai-im~ minal-kḣoufi wal-juu′i wa naq•ṣhim~ minal-amwaali wal-an^fusi watṡ-tṡamaroot‚ wa bašyšyiriṣh-ṣhoobiriiiin
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
Memaknai peristiwa awalnya dengan perasaan lalu dibimbing oleh Allah menjadi suatu keyakinan. Allah yang maha tahu.
Anisa : 79
QS: 4 h.90
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
maaaaa aṣhoobaka min ḥasanatin^ fa minallooHi wa maaaaa aṣhoobaka min^ sayyi-atin^ fa min nafsik‚ wa arsalnaaka lin~naasi rosuulaa‚ wa kafaa billaaHi šyaHiidaa
Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Introspeksi : asyuro : 30
QS: 42 : 30 h.486
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ ۗ
wa maaaaa aṣhoobakum~ mim~ muṣhiibatin^ fa bimaa kasabat aidiikum wa ya′fuu ′anḡ~ katṡiiiir
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).
Kalau tidak ada maafnya Allah maka sudah binasa semua manusia.
Kesalahan nabi Adam hanya 1. Langsung instrospeksi diri atas kesalahannya. QS 7:23 Kesalahan kita sangat banyak.
QS: 7 : 23 h.153
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
qoolaa robbanaa ẓholamnaaaaa an^fusana wa il lam taghfir lanaa wa tar-ḥamnaa lanakuunan~na minal-kḣoosiriiiin
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Tidaklah dosa itu kecuali menghalangi Rizki.
Adzab.
QS Asajdah:21
QS: 32 : 21 h.417
وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa lanudżiiqon~naHum~ minal-′adżaabil-ad•naa duunal-′adżaabil-akbari la′alloHum yarji′uuuun
Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Hindari kata adzab.
Para sahabat meminta dihukum di dunia karena hukuman dunia kecil sedangkan adzab akhirat sangat besar. Kalau sudah dihukum di dunia maka tidak akan dihukum di akhirat.
Perempuan shahabiah berjina, minta dihukum di dunia. Tunggu sampai lahir. Sesudah lahir rawat sampai besar, sesudah besar kata nabi Allah sudah mengampunimu. Itulah bijaksananya nabi Saw.
Maknai adzab dalam konsep yang baik.
Pertanyaan :
1. Allah sesuai prasangka hambanya.
Hadits qudsi.
Sangka : ada keyakinan. Khusyu : berat sholat itu kecuali bagi yang khusyu.
Bukan dzon. Prasangka.
Yakin semuanya baik. Karena Allah maha baik.
Ada Suudzon ada husnudzon.
Dalam konteks musibah maka berbaik sangka, ini ada hikmah.
2. Hikmah, apakah hikmah akanterjadi di kemudian hari?
Hikmah : 1. Pelajaran atau pengajaran. 2 menimbulkan amal.
Tidak lulus ujian maka menimbulkan amal dengan menambah les privat dst.
Dapat pelajaran artinya dapat hikmah. Apa tanda kita mendapatkan hikmah.
Seseorang yang mendapat hikmah Yaitu yang mendapat pelajaran dan meningkat iman, taqwa, dan amalnya.
3. Orang yang mengalami hal tidak enak apakah ujian, musibah atau takdir?
Tidak mudah menentukan hal tsb.
Taqdir itu terjadi.
Musibah kepada orang baik adalah ujian, kepada orang buruk maka itu musibah.
Di dalam takdir Allah kita diwajibkan ikhtiar.
Setiap peristiwa maka dilihat manusianya. Kepada nabi Ayub maka itu ujian. Kepada Fir’aun maka itu adzab.
Link kajian YouTube hari ini :

