*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨
*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
🗓️ *Sabtu, 6 September 2025 / 13 Rabiul Awal 1447 H*
🎯 *Kajian Kitab : Budi Pekerti dan Pribadi Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam (Syamail Muhammadiyyah)*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Mahfudz Rudiyat Abdurrahman.*
======= =======
🗓️ *Ahad, 7 September 2025 / 14 Rabiul Awal 1447 H*
🎯 *Kajian Tafsir Hadits : Ikuti Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam dengan Sepenuh Hati*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, Lc., MA*
=======
🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*
📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*
~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*
YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq
*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq
Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq
*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com
WhatsApp Center :
+62852-1327-4473
*Website*
______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_
🎯 *Kajian Tafsir Hadits : Ikuti Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam dengan Sepenuh Hati*
🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, Lc., MA*
Kajian sebelumnya dari beliau :
Kajian Tafsir Hadits : Mengapa Kita dan Keluarga Harus Menjadi Orang Sholih ?
Wamayutiillahawarosul
QS: 4 An Nisa : 69 h.89
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا
wa may yuṭhi′illaaHa war-rosuula fa ulaaaaa-ika ma′alladżiina an′amallooHu ′alaiHim~ minan~nabiyyiina waṣh-ṣhiddiiqiina wašy-šyuHadaaaaa-i waṣh-ṣhooliḥiin‚ wa ḥasuna ulaaaaa-ika rofiiqoo
Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Said Ibnu Jubair menceritakan sahabat anshor mendatangi rosululloh Saw dan terlihat ada kesedihan di raut mukanya, lalu nabi Saw bertanya, wahai sahabatku mengapa aku melihat engkau dalam keadaan tidak gembira?, sahabat menjawab, ada sesuatu yang membuatku sedih. Apa itu? Ya rosululloh sekarang kami bisa dengan mudah menemuimu diwaktu pagi dan sore. Kami mudah memandang wajah muliamu, kami mudah duduk bersamamu menimba ilmu, (kata Abdullah Ibnu Mas’ud : rosul dahulu menyela2 kami dengan ceramah dalam beberapa hari/terjadwal, khawatir kami bosan.) tapi ya rosulallah yang membuatku aku sedih, tapi di akhirat engkau bersama para nabi, sedangkan kami tidak akan bersamamu, nabi pun diam tidak menjawab. Diamnya karena 2 hal :
1. Menahan perasaan yang sama. Mereka bersama dalam suka dan duka. Ada kisah 3 orang sahabat tidak ikut perang Tabuk tahun ke 9h. Diboikot tidak disapa. Mereka bertaubat dan taubatnya diterima sampai menurunkan ayat QS
2. Itu adalah kebiasaan nabi, tidak asal bicara. Kalau belum mendapatkan jawaban pasti maka beliau diam.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya bicara yang baik atau diam.
tidak lama kemudian datanglah Jibril membawa Wahyu QS 4: 69 di atas. Yang menegaskan bahwa barangsiapa, siapa saja, apakah pria wanita, Sahabat atau bukan, yang menaati Allah dan rosulnya, akan bersama nabi kelak di akhirat.
Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Ayat ini berita gembira buat kita semuanya umat nabi.
Ayat ini memberikan pelajaran penting dalam agama agar menciptakan lingkungan yang kondusif, caranya sering duduk dengan orang Sholeh. Karena manusia itu lemah, setan paling pintar membaca kelemahan manusia. Manusia diuji pada titik lemahnya. Karena itu harus tahu kelemahan sendiri, perbaiki.
Ada orang pandai memproduksi udzur, alasan. Padahal alasannya sama. Diantara keluarga anak, istri, ada yang menjadi musuh.
Ayat ini mengajarkan kita agar sungguh sungguh mengikuti nabi. Tidak boleh memilih2 mana yang sesuai dengan kemauan kita. Ketaatan yang tidak ditawar2 karena pahalanya adalah jaminan kebahagiaan di akhirat.
Mayoritas umat masih banyak yang urusannya hanya ibadah mahdoh saja. Sedangkan urusan sosial, muamalah, manajemen kehidupan rumahtangga banyak ajaran nabi diabaikan.
Dalam hal sosial ada ajaran nabi. Bahkan pahalanya lebih besar dari ibadah mahdoh. Kalau ada di antara kalian keluar rumah untuk meringankan beban saudaranya, jauh lebih baik daripada itikaf di masjid Nabawi selama sebulan. (Padahal pahala sholat di masjid Nabawi 1000x lebih baik dari sholat di masjid lain)
HR Bukhori Muslim : Sahabat bertanya, ya rosululloh Islam seperti apa yang terbaik? Islam yang terbaik adalah ketika engkau punya andil, memberi makan saudaramu yang kelaparan.
Ucapkan salam kepada orang yang kenal maupun tidak kenal.
Saudara kita di Gaza masih memerlukan pertolongan. Mereka dibuat secara sistematis agar kelaparan oleh zionis Israel. Mereka tetap sabar, tegar, berjuang melawan penjajah.
Nabi Saw ditanya, ya rosululloh Islam seperti apa yang paling utama? Nabi menjawab : Islam yang paling afdhol adalah ketika orang islam lain aman dari gangguan lisan dan tangannya. Dalam redaksi lain : Orang mukmin yang terbaik adalah ketika manusia lain merasakan aman tentram, darah mereka dan harta mereka. (Baik muslim atau kafir)
Pertanyaan :
Empati kita di jaman digital ini terhadap Ahlak terhadap rosulullah ?
Mengikuti, meneladani nabi tidak ada perubahan di jaman apapun. Kecintaan kita terhadap nabi tetap bisa dilakukan melalui medsos sebagai wasilah, sarana, media.
Mengimbangi antara kerja dan ibadah?
Hidup kita ini hakekatnya adalah ibadah. Wama kholaktul jinna wal insya ila liyanidun. Niatkan kerja kita adalah ibadah. Keluar rumah, naik kendaraan dengan berdoa, memulai pekerjaan dengan basmalah.
Tidak ada aktifitas apapun kecuali ada doanya.
Link youtube kajian hari ini :

