*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 19 September 2026 / 7 Rabiul Akhir 1448 H*

🎯 *Kajian Fiqih Kontemporer : Hukum Rekayasa Cuaca (Hujan) dalam Islam*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz, MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 20 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 H*

🎯 *Kajian Tematik : Slow Living ala Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Muhammad Apud Kusaeri, MSi.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
humas@masjidbaitulhaqpurigading.com

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Fiqih Kontemporer : Hukum Rekayasa Cuaca (Hujan) dalam Islam

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz, MA.

Kajian sebelumnya klik link : 

Kajian Fiqih Kontemporer : Kewajiban Menunaikan Hak Sesama Muslim (bag. 4)

Hujan adalah ciptaan Allah SWT. Diturunkan kepada hamba yang dikehendakinya. Wujud kasih sayang Allah SWT.  QS asyuro : 28

QS: 42 : 28 h.486
وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ
wa Huwalladżii yunazzilul-ghoitṡa mim~ ba′di maa qonaṭhuu wa yan^šyuru roḥmataH‚ wa Huwal-waliyyul-ḥamiiiid•
Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.

Hujan sebagai Rizki. QS addzariyat : 22

QS: 51 : 22 h.521
وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ
wa fis-samaaaaa-i rizqukum wa maa tuu′aduuuun
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

Di langit di turunkan hujan dan saljudan karenanya ditumbuhkan berbagai Rizki.

Hujan berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah. Bukan hanya berkaitan dengan fenomena alam.

Hukum rekayasa hujan.

Tinjauan dari sisi keimanan :

1. Tidakn ada yang menurunkan hujan melainkan hanya Allah SWT. Rekayasa hujan hanya memungkinkan 10%keberhasilan.

QS Fathir : 2

QS: 35 h.434
مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚ وَمَا يُمْسِكْ ۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
maa yaftaḥillaaHu lin~naasi mir roḥmatin^ fa laa mumsika laHaa‚ wa maa yumsik fa laa mursila laHuu mim~ ba′diH‚ wa Huwal-′aziizul-ḥakiiiim
Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Makna Rahmat dalam ayat ini adalah Rizki dan hujan, maka tidak da yang dapat menahannya.

Kalau Allah tidak berkehendak maka tidak ada yang dapat menurunkan hujan walaupun direkayasa.

Rahmat bermakna doa yang kita panjatkan kepada Allah. Kalau tidak dirahmati maka ia tidak akan tergerak untuk meminta kepada Allah.

2. Diturunkannya hujan itu termasuk ilmul ghaib,yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

QS Lukman :  …

Hadits : kunci ilmu ghaib itu ada 5 dan yang mengetahuinya hanya Allah SWT.  Tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan hanya Allah SWT.

Ada malaikat yang ditugaskan menurunkan hujan. Malaikat mikhail ditugasi untuk mengurusi tanaman dan hujan. 

Diturunkannya hujan itu telah tercatat di lauh Mahfudz. Diturunkannya hujan itu dengan ukuran tertentu. Kalau diturunkan sekaligus makan bisa menimbulkan kehancuran. Karena itu diturunkan dengan ukuran tertentu sehingga menjadi Rahmat untuk manusia.

Allah mencatat takdir mahluk 50ribu tahun sebelum mahluk itu diciptakan.

Modifikasi atau rekayasa agar hujan turun, menggunakan metode ilmiah. Tujuan untuk meningkatkan hujan di area tertentu, di area pertanian, di danau/bendungan untuk pembangkit listrik dlsb.

Hujan rekayasa dilakukan saat awan bersuhu hangat diatas 0°. Disemprotkan garam di bawah awan. Atau ketika awan dibawah 0° disemprotkan es krim dari atas awan.

Dengan seluruh apa yang dilakukan, para peneliti menyatakan belum ada bukti ilmiah teknologi ini  berhasil 100%, hanya sekitar 10% saja keberhasilannya. 

Zat kimia yang beracun yang dipakai untuk rekayasa hujan tsb buruk kepada lingkungan.

Dibahas oleh para ulama, fatwa : kalau dilakukan sebagai bentuk usaha maka tidak bertentangan dengan Allah SWT.  Bentuk ikhtiar manusia.

Ada syarat dan ketentuan rekayasa : dilakukan oleh orang yang ahli, harus menjaga kemaslahatan umum jangan sampai merusak lingkungan, tidak merubah keyakinan atau akidah. 

Teknologi harus menambah keyakinan kepada Allah.

Cara yang sesuai beristisqo, memohon hujan kepada Allah. Sholat Istisqo. Inilah Sunnah. Pelaksanaannya seperti sholat id. Sholat lalu khutbah. 

Menyelipkan doa meminta hujan diantara doa saat khutbah Jum’at. 

Mintalah hujan kepada Allah, atau mintalah hujan dialihkan ke tempat lain kepada Allah. 

Melakukan rekayasa tidak dilarang selama melakukan dengan memperhatikan poin2 di atas. 

Pertanyaan :

 

Link kajian di YouTube hari ini : 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *