*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

🗓️ *Sabtu, 17 Januari 2026 / 28 Rajab 1447 H*

🎯 *Kajian Fiqih Kontemporer : Fiqih Berbincang dalam Islam*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz, Lc., MA.*

======= =======

🗓️ *Ahad, 18 Januari 2026 / 29 Rajab 1447 H*

🎯 *Kajian Tematik : Mengapa Ulama Berselisih ? Sebab Ikhtilaf dan Adab Menyikapinya*

🎙️ *Pembicara : Ustadz Dr. Anung Al Hamat, Lc., MPd.*

=======

🕔 *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

📌 *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
📱 *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
[email protected]

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Fikih Kontemporer : Fikih Berbincang dalam Islam

Dr. Faisal Abdul Aziz, LC.Ma.

Link Kajian sebelumnya : 

Kajian Fiqih Kontemporer : Fiqih Menghadapi Musibah Bencana Alam

Abdullah bin Mas’ud tumbuh berkembang bersama nabi. Badannya kecil, kurus. Ia masuk Islam ketika menggembalakan kambing dan menyaksikan mukjijat nabi. Kambing yang belum pernah melahirkan dipegang bagian susunya lalu mengembang, diperah, diminum susunya,  lalu kempis lagi.

Dari ibnu Mas’ud,  Bersabda nabi Saw,  apabila kalian sedang dalam keadaan bertiga, maka janganlah yang 2 orang berbincang2 hanya berduaan saja tanpa melibatkan orang yang ketiga. Kecuali orangnya sudah bertambah banyak. Karena hal tersebut bisa membuat orang ketiga sedih. Bisa menjadi celah bagi syaiton untuk menghasut mereka bertiga.

Pernah rosulullah keluar bersama istrinya shofiya binti huyay, penerangan hanya dengan api yang kecil, kadang tidak ada penerangan sama sekali, lewat 2 sahabat, mereka mempercepat langkahnya, khawatir ada aurat yang tersingkap, rosulullah menghampiri, lalu menyampaikan bahwa beliau sedang berjalan bersama shofiya. Jadi rosul segera menutup celah dengan menjelaskan bahwa beliau sedang berjalan dengan istrinya.

Demikian juga kalau bahasa berbeda, 2 orang tidak boleh berbicara dengan bahasa daerah dan orang ketiga tidak mengerti. 

Perbincangan itu hendaknya hanya dalam perkara kebaikan.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berbicara yang baik atau diam.

Ketika berbicara akan dicatat dan akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

QS Anisa : 114

QS: 4 h.97
۞ لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
laa kḣoiro fii katṡiirim~ min naj•waaHum illaa man amaro biṣhodaqotin au ma′ruufin au iṣhlaaḥim~ bainan~naas‚ wa may yaf′al dżaalikab•tighooooo-a marḍhootillaaHi fa saufa nu`tiiHi aj•ron ′aẓhiimaa

Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.

QS al muminun

QS: 23 h.342
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ
walladżiina Hum ′anil-laghwi mu′riḍhuuuun
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

Sesuaikan nada ketika berbicara. Ketika beliau berkhutbah, suaranya tinggi seperti sedang menyiapkan asukan perang, ketika berkumpul suaranya menenangkan, jelas bisa difahami oleh orang yang mendengar.

#Tidak membicarakan hal hal yang tidak berguna.

Tanda kebaikan keislaman seseorang ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, tidak bernilai kebaikan. 

Tidak semua yang didengar itu lalu disampaikan.

Cukuplah menjadi sebuah dosa apabila ia membicarakan apa yang dia dengar. 

Jika share berita, harus selektif, karena itu belum tentu benar.

Menghindari perdebatan dan saling membantah dalam pembicaraan. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. 

Sabda nabi Saw Aku adalah menjamin sebuah istana di dalam surga bagi siapa saja yang menghindari perdebatan walaupun ia sanggup membantah. Dan bagi yang menghindari dusta dalam perbincangan meskipun hanya bercanda. 

Rosulullah ketika berbicara niscaya orang dapat menghitung jumlah kata dari perkataan beliau. Ini artinya beliau hanya mengatakan yang penting saja. 

Seorang mukmin itu bukanlah pencela.

Hendaknya ketika berbicara menjadi pembicara yang baik, tidak memonopoli pembicaraan. Hendaklah menjadi pembicara sekaligus pendengar yang baik.

Rosul tidak memotong pembicaraan meskipun itu anak kecil. 

Rosul menghadapkan tubuhnya kepada lawan bicara. 

Pertanyaan :

Rosul tidak melarang kita untuk bercanda. Bercanda boleh saja asalkan pada momennya, pada waktunya.

Tanda kebaikan ahlak seseorang : gemar berbagi kebaikan, menahan diri dari menyakiti/mengganggu orang lain, wajahnya berseri seri/murah senyum.

Nabi bercanda dalam moment tertentu, cara mencairkan suasana. Tapi beliau tidak pernah berbohong dalam candaannya. Hendaknya candaan tidak merendahkan kehormatan orang lain. 

Celakalah bagi seseorang lantas berdusta hanya ingin agar menimbulkan gelak tawa. 

Link YouTube Kajian hari ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *