News

Kajian Fiqih Ibadah : Amalan Fardhu Kifayah Terhadap Jenazah (Kitab Fathul Muin)

*_Yuk, Hadiri Kajian Sabtu-Ahad (KASAD) Shubuh bersama para Ustadz.._*✨

*Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

πŸ—“οΈ *Sabtu, 6 Juni 2026 / 20 Dzulhijjah 1447 H*

🎯 *Kajian Fiqih Ibadah : Amalan Fardhu Kifayah Terhadap Jenazah (Kitab Fathul Muin)*

πŸŽ™οΈ *Pembicara : Ustadz Mahfudz Rudiyat Abdurrahman.*

======= =======

πŸ—“οΈ *Ahad, 7 Juni 2026 / 21 Dzulhijjah 1447 H*

🎯 *Kajian Tafsir Hadits : Menjadi Pribadi Istimewa*

πŸŽ™οΈ *Pembicara : Ustadz Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, MA.*

=======

πŸ•” *Ba’da Shubuh Pkl. 05.00 WIB – Selesai*

πŸ“Œ *Masjid Baitul Haq – Puri Gading*

~~~~~~~
πŸ“± *Gabung Live Streaming :*

YouTube :
bit.ly/YouTube_MasjidBaitulHaq

*Social Media*
Facebook :
bit.ly/Facebook_MasjidBaitulHaq

Instagram :
bit.ly/Instagram_MasjidBaitulHaq

*Contact us*
Email :
hu***@ma***********************.com

WhatsApp Center :
+62852-1327-4473

*Website*

Home

______________________________
*DKM Baitul Haq, Puri Gading*
_Jl. Puri Gading Raya, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat – Indonesia_

Kajian Fiqih Ibadah : Amalan Fardhu Kifayah Terhadap Jenazah (Kitab Fathul Muin)

πŸŽ™οΈ *Pembicara : Ustadz Mahfudz Rudiyat Abdurrahman.

Link Kajian sebelumnya :Β 

Kajian Fiqih Ibadah : Fiqih Qurban (Kitab Fathul Muin)

Sunnah ketika menghadapi orang sakit/sakaratul maut :

1. Disunahkan dibacakan surah yasin sebelum wafat dan sesudah wafat. Untuk menenangkan jiwa.

Alasan karena kondisi pada hari kiamat.

QS Yasin Ayat … Atau ayat 65.

Sesungguhnya membaca surah Yasin dapat mencegah dahaga saat sakaratul maut.

2. Disunahkan dibaca QS Arra’du, mempermudah keluarnya ruh. Untuk yang mengalami sakaratul maut yang lama dan sulit.

Dari sahabat : Sesungguhnya berkah dari QS Arra’du mempermudah keluarnya ruh.

3. Disiwaq : sesungguhnya siwaq mempermudah keluarnya ruh.

Rosulullah ketika menjelang wafat meminta disiwaq kepada Siti Aisyah, lalu tidak lama beliau wafat.

4. Kalau ada yang sakit menjelang kematian maka nasihatilah untuk senantiasa husnudzon kepada Allah. Pesanlah agar yang sakit membuat sebuah wasiat.

Setelah wafat maka :

1. Sunnah memejamkan mata mayit. SambilΒ  dibacakan :Β  bismillah waala millati rosulullah.

2. Mengikat tulang rahangnya dengan kain yang tipis ke kepala. Supaya tidak terbuka.

3. Melemaskan persendian tangan. Persendian kaki, atau menggukana minyak.

4. Melepaskan pakaian yang dikenakan ketika wafatnya dengan kain yang tipis. Kecuali orang yang mati Sahid.

5. Diletakkan diatas hamparan, jangan langsung diatas lantai.

6. Meletakkan mayit dengan posisi kepala ke timur kakinya ke barat (kalau di liang lahat maka kepala ke Utara kaki ke selatan).

7. Kalau memungkinkan perutnya agak ditekan/tangannya ditumpangkan ke perutnya. Supaya ketika dimandikan mudah keluar kotorannya.

8. Mendoakan mayit : allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wafuangu

9. Bergegas menunaikan utang piutang, biaya pemulasaraan dan wasiatnya. Kalau ini sudah ditunaikan maka boleh membicarakan warisan.Β 

Maka biasanya sebelum disholatkan pihak keluarga menanggung utang si mayit. Sehingga mayit sudah terbebas dari hutang. Bahkan nabi tidak mau menyolatkan mayit yang masih memiliki hutang sebelum ada yang menanggungnya.Β 

QS Al Baqarah : 282 berbicara utang piutang.

Rosul mengumumkan wafatnya raja najasyi yang wafatnya di etiofia. Ketika raja najasyi wafat rasul melaksanakan sholat ghaib.

Jenis jenis mati syahid :Β 

1. Syahid Dunya dan akhirat. Orang yang wafat dalam peperangan memerangi orang kafir.

Tidak disholatkan dan dimandikan. Cukup diliburkan.

2. Syahid dunia. Terbunuh dalam peperangan dengan orang kafir. Niatnya ingin mendapatkan ghonimah, agar dipuji.

Tidak disholatkan dan dimandikan. Cukup dikuburkan.

3. Syahid akhirat :

Ada 70 macam

Seperti orang yang terbunuh dalam membela harta dan harga dirinya.

Orang yang meninggal karena sakit perut, tenggelam, terbakar, tertimpa benda yang keras, orang yang dibunuh secara dzolim. Orang yang wafat karna thoun, yang sedang menuntut ilmu,

Dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan.

Jika yang meninggal janin, dibagi 3 :

Bayi yang keluar dari ibunya sebelum sempurna usia kandungan.Β  (Dalam fikih Sempurna kalau sudah 6 bulan kandungan) keluar ada gerakan, ada suaramaka hukumnya sama dengan orang dewasa. Dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan.

Kalau (belum 6 bulan) tidak ada tanda2 kehidupan, lahir sudah meninggal, dimandikan dikafani tidak perlu disholatkan langsung dikuburkan.

Kalau sudah 6 bulan lahir tanpa ada kehidupan maka hukumnya sama seperti orang dewasa. Dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan.

Bersambung . . .Β 

 

Link youtube kajian hari ini :Β 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *